Waspada Bisnis MLM Bodong Yang Merugikan Keuangan Anda

By on 28 Desember 2015 | Artikel ini Sudah di baca 805 kali

Edukasi – Waspada bisnis MLM bodong yang sekarang ini masih berkembang di kalangan masyarakat, tentunya karena kerugian yang akan dialami bisa berlipat ganda, terlebih ketika Anda tidak berhati-hati dalam berinvestasi. Salah satu contoh kasus tentang bisnis MLM dengan iming-iming bonus besar namun berakibat kerugian besar, yang baru saja terjadi adalah kasus PT CSM Bintang Indonesia milik Sandy Tumiwa. Kasus yang melibatkan mantan artis televisi tersebut bermula ketika perusahaan yang dipimpinnya menjanjikan MLM dibidang hiburan (training artis) dan trading, dimana para pesertanya akan mendapatkan keuntungan setelah memiliki stokist sendiri namun ternyata keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung didapatkan. Kasus ini cukup booming dengan penangkapan yang bersangkutan tahun 2015 karena orang yang melaporkannya tak lain adalah Anisa Bahar yang juga berasal dari dunia entertainment. Belajar dari kasus yang menimpa Sandy Tumiwa, jika Anda ingin terjun ke bisnis investasi, khususnya MLM, ada beberapa hal yang harus dipikirkan matang-matang agar nantinya Anda tidak mengalami kerugian yang mengarah pada kebangkrutan.

Track record bisnis

Ketika Anda ditawari seorang teman atau kolega untuk ikut masuk dalam bisnis MLM, salah satu hal yang harus Anda pikirkan adalah track record dari bisnis yang bersangkutan. Track record tersebut bisa dilihat dari beberapa hal seperti:

  • Jumlah peserta atau jaringan yang dikembangkan
  • Kualitas produk yang dimasukkan dalam MLM
  • Metode pengembangan jaringan
  • Lama waktu bisnis MLM tersebut berkembang

Bidang bisnis MLM

Di dunia bisnis sekarang ini, banyak jenis bisnis MLM yang bisa Anda tekuni mulai dari bidang kesehatan, kecantikan, ataupun lainnya. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan bisnis MLM mana yang ingin Anda tekuni, pilih produk yang bisa Anda buktikan khasiatnya terlebih dahulu, sehingga Anda tahu betul kualitas barang MLM yang akan Anda pasarkan.

Pola perjanjian yang diterapkan

Ketika Anda ingin menjalankan bisnis MLM, pahami terlebih dahulu pola perjanjian yang diterapkan terkait 3 hal, antara lain:

  • Metode pembagian keuntungan
    Ketika Anda berniat menekuni bisnis MLM, pelajari metode yang diterapkan untuk pembagian keuntungan. Metode MLM umumnya berkaitan dengan metode pengembangan jaringan. Oleh karena itu, akan lebih baik Anda mengumpulkan informasi terlebih dahulu berapa besar jaringan yang harus Anda miliki untuk mendapat keuntungan yang dijanjikan. Jika Anda merasa metode pembagian keuntungan yang diterapkan perusahaan akan menimbulkan masalah di kemudian hari, akan lebih baik jika Anda mengalihkan investasi ke bidang lain seperti deposito atau investasi emas.
  • Pelatihan yang diberikan
    Setiap orang yang baru mencoba bisnis di bidang MLM pastinya memerlukan training terpadu untuk mengembangkan bisnis sekaligus mengatasi masalah yang mungkin terjadi selama perkembangan bisnis. Itulah sebabnya Anda perlu memilih perusahaan MLM yang memiliki konsultan handal untuk membantu pelatihan terhadap anggootanya. Dengan demikian, Anda akan mampu mengatasi persaingan yang terjadi di bidang MLM tersebut.
  • Konsekuensi yang mungkin terjadi
    Setiap bisnis bisa berkembang atau tidak umumnya tergantung dari kekuatan daya beli maupun kepercayaan masyarakat terhadap bisnis tersebut. Terkait dengan dua hal tersebut, hal yang menjadi pertimbangan seseorang sebelum menjalani bisnis adalah masalah konsekuensi kerugian yang mungkin terjadi. Jika bisnis MLM yang akan ditekuni memiliki resiko kerugian di masa depan karena faktor seperti lemahnya daya beli, cuaca, nilai tukar rupiah, atau lainnya akan lebih baik jika Anda mengkonsultasikan dulu dengan ahli keuangan yang dikenal atau mengalihkan investasi ke bidang lain. Semoga dengan memperhatikan hal-hal diatas, Anda bisa lebih waspada bisnis MLM bodong.