Trik Negosiasi Properti Selamatkan Anda Dari Kehilangan Puluhan Juta Rupiah

By on 12 Juni 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.332 kali
Negoisasi Membeli Properti

Investasi Properti – Negosiasi properti adalah bagian penting dari investasi properti dan memiliki potensi untuk menyelamatkan puluhan juta rupiah pada pembelian berikutnya. Ingatlah tips di bawah ini.

Ingat siapa yang membayar agen
Prioritas agen adalah untuk mencapai harga yang terbaik untuk penjual dan akan mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk membujuk Anda membeli properti yang Anda cari. Mereka akan meningkatkan aspek-aspek positif, memoles yang negatif dan melakukan yang terbaik  untuk membuat Anda mau berkomitmen terhadap properti yang Anda incar dan pada harga terbaik.

Jangan terburu-buru (bahkan bila memang Anda sedang terburu-buru)
Bahkan apabila Anda sedang mencari pembelian cepat simpanlah hal tersebut untuk diri sendiri. Apabila Anda memberitahu agen Anda bahwa Anda terburu-buru, hal itu akan meningkatkan posisi negosiasi agen. Sebaliknya, pastikan agen tahu bahwa:

• Anda siap dari segi keuangan
• Anda akan senang jika penyelesaian dilakukan dengan cepat
• Anda memiliki anggaran pembelian yang sesuai

Jadilah pelaku investasi properti yang kaya informasi
Informasi juga merupakan gudang yang besar untuk memberikan berbagai argumen ketika  Anda melakukan negosiasi properti. Sudahkah Anda meluangkan sebagian waktu mengumpulkan informasi relevan tentang properti? Sebagai contoh:

• Masalah dan kekurangan yang ada pada properti
• Kualitas lokasi
• Setiap masalah di daerah sekitar properti yang mungkin mempengaruhi harga properti Anda
• Pasang surut dari lingkungan ekonomi lokal

Apa cara negosiasi properti yang lebih baik untuk meyakinkan penjual untuk menurunkan harga mereka daripada untuk mengingatkan mereka tentang hal-hal kecil yang telah Anda perhatikan bahwa ada yang salah dengan properti mereka? Gunakan kekuatan informasi positif dan negatif sekaligus untuk membantu Anda selama proses negosiasi.

Ajukanlah sebanyak mungkin pertanyaan
Bila Anda berjalan di pintu investasi berikutnya dan Anda telah mengisi banyak kotak centangan, simpanlah hal tersebut untuk diri sendiri. Jangan biarkan agen mengendus bahwa Anda berniat untuk membeli, pada tahap awal ini. Daripada melakukan hal tersebut, Anda lebih baik mengajukan pertanyaan yang akan mempersiapkan jalan untuk negosiasi properti di masa depan. Sebagai contoh:

• Mengapa properti tersebut dijual?
• Berapa banyak orang yang telah menggunakan properti tersebut?
• Berapa lama properti tersebut telah ditawarkan di pasar?
• Apakah sudah pernah dilelang dan telah disahkan?
• Apakah harga telah berkurang sejak properti tersebut tercantum untuk dijual?
• Apakah ada kekurangan yang diketahui tentang properti yang juga disadari oleh agen?

Lakukan penelitian menyeluruh dan tekun
Bila Anda berpikir bahwa Anda telah siap untuk melakukan penawaran, berhentilah dan pertimbangkanlah posisi Anda. Setidaknya, Anda perlu tahu semua faktor yang disebutkan sebelumnya seperti sejarah penjualan, sejarah pasar, estimasi nilai pasar dan lain-lain.

Membuat penawaran awal
Pada saat Anda telah mencapai tahap ini, Anda harus dilengkapi dengan data tren yang lengkap, fakta dan angka serta posisi yang sebaik mungkin untuk membuat tawaran yang baik. Gunakan kombinasi dari penelitian yang telah Anda buat, tentukan jumlah tertinggi yang Anda rasa akan akan mampu Anda bayar. Kemudian hubungi agen dan buat tawaran dengan penuh keyakinan. Anda dapat mengatakan sesuatu seperti:
” Sementara saya suka salah satu properti namun sedikit lebih suka untuk dua lainnya di mana saya juga sangat tertarik. Yang lain memiliki harga 50% lebih murah. Oleh karena itu saya siap untuk menawar kepada agen  50%” (yang akan berada di bawah harga tertinggi Anda).

Tawar-menawar
Ada setiap kesempatan bahwa agen akan datang kembali dengan tawaran balik. Sepanjang negosiasi properti, pertahankan sikap Anda. Ingatkan agen mengapa Anda membuat tawaran Anda ( sebagai contoh bongkar semua data, fakta  dan informasi dari penelitian Anda). Selama Anda dapat membenarkan mengapa Anda membuat tawaran Anda, Anda akan berada dalam posisi yang kuat. Akhirnya, jangan takut untuk menggunakan kerangka waktu. Berikan batas waktu, misalnya 24 jam pada tawaran Anda. Apabila penjual belum menerima banyak tawaran dan berada dalam kondisi terburu-buru supaya properti dapat segera dijual, batas waktu ini mungkin menggoda mereka untuk menerima tawaran Anda sebelum lewat jatuh tempo.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.