Tips Jitu Memperoleh Modal Bisnis Dari Bank

By on 11 Desember 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.614 kali
Modal Bisnis

Start-Up Bisnis – Keinginan untuk memulai usaha atau memperluas skala usaha membutuhkan pembiayaan yang mungkin belum Anda miliki saat ini. Dalam situasi tersebut, kredit usaha kecil dan menengah konvensional atau kredit yang dijamin pemerintah –dikenal sebagai Kredit Usaha Rakyat (KUR)– bisa jadi berguna.

Selain memungkinkan pinjaman modal dalam jumlah kecil, persyaratan yang diminta juga ringan. Meski begitu, tak sedikit pula pengusaha kecil yang gagal mendapatkan kredit lantaran tidak memperhatikan persyaratan yang telah ditentukan oleh bank.

Berikut beberapa cara yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan kredit usaha kecil dan menengah:

Pilih program kredit yang tepat

Banyak bank yang menyediakan layanan kredit untuk usaha kecil dan menengah sebagai  bagian dari program pemerintah untuk mendukung usaha di sektor tersebut. Namun, masing-masing bank mempunyai produk kredit usaha kecil dan menengah yang berbeda-beda. Ketua Asosiasi Pelaku Ekonomi Usaha Kecil H.M. Saiffudin mengungkapkan pelaku usaha kecil harus cermat dalam memilih program kredit usahanya. Misalnya saja, untuk pinjaman yang di bawah Rp 20 juta bisa menggunakan program KUR, sementara untuk kredit usaha di atas jumlah tersebut tersedia di beberapa bank BUMN dan swasta.

Uki, 45, adalah seorang pemilik usaha penginapan murah di Yogyakarta. Tahun 2010 lalu, ia meminjam Rp 5 juta untuk perluasan parkir di tempat usahanya melalui program KUR. Waktu itu, Uki mengatakan, jangka waktu pinjaman adalah satu tahun dengan bunga sekitar 20% per tahun –lebih ringan dari bunga KTA. “Tahun 2011, lanjut pinjam Rp 10 juta dalam dua tahun, dan 2011 pinjam lagi Rp 20 juta dalam tiga tahun,” ungkapnya kepada LiveOlive. Menurutnya, meminjam uang melalui program KUR “sangat ringan” dan tidak memberatkan perputaran keuangan usahanya.

Beberapa bank juga memiliki pinjaman spesifik untuk industri tertentu, misalnya industri makanan, teknologi atau perkebunan. Atau, program khusus untuk wirausaha wanita. Oleh karena itu, cari tahu lebih banyak dari manajer pembiayaan yang melayani Anda –siapa tahu Anda memenuhi syarat untuk kategori tersebut.

Siapkan dokumen pengajuan kredit

Persyaratan dokumen untuk program kredit bisa berbeda-beda. Meski begitu, terdapat beberapa persyaratan dokumen dasar yang bisa dijadikan patokan, yakni kartu identitas diri –bisa berupa KTP, SIM dan Kartu Keluarga– dan dokumen yang menjadi jaminan bank. Surat kepemilikan kendaraan (STNK dan BPKB), surat keterangan usaha berupa SIUP atau surat keterangan usaha dari kelurahan bisa dijadikan sebagai jaminan bank. Selain itu, beberapa bank juga mengharuskan penyertaan nomor wajib pajak (NPWP).

Kelengkapan dokumen yang lengkap sangat mempermudah Uki untuk memperoleh kredit modal usaha secara cepat. Saat pertama kali mengajukan kredit, ia mengaku menjaminkan sepeda motornya.

“Saya melampirkan STNK dan BPKB waktu itu, seminggu dana langsung cair,” ungkap dia. Umumnya, pengabulan besaran kredit lebih rendah dari nilai barang yang dijaminkan, yaitu sekitar 80%.

Rincian detil penggunaan kredit

Pengajuan kredit yang disertai dengan proposal penggunaan uang kredit yang rinci akan mempermudah pencairan dana kredit. Saiffudin mengaku inilah yang sering membuat bank tidak mengabulkan pengajuan kredit usaha kecil. “Karena usaha kecil biasanya buruk dalam dokumentasi dan rencana, ini menjadi masalah terbesar,” jelasnya.

Dalam ingatan Uki, ia bercerita secara detil mengenai rencananya untuk membuka lahan parkir di depan lokasi usaha penginapannya. “Cerita saja yang jujur dan detil mengenai rencana bisnis kita,” sarannya.

Ukur kemampuan pembayaran

Sebelum meminjam, mengetahui kemampuan diri sendiri untuk membayar juga penting. Menurut Uki, salah satu hal yang penting untuk ditanyakan kepada pihak bank adalah jumlah bunga dan cicilan per bulan yang harus dibayar.

“Dengan menghitung cicilan per bulan, kita bisa lihat apa kita mampu membayar dengan keuntungan usaha kita,” ujarnya. Ke depannya, jika memang tertib membayar cicilan, maka bank juga akan memberikan penilaian bagus dalam kinerja kredit. Hal ini akan memudahkan pengajuan pinjaman di masa depan. “Pinjaman kedua dan ketiga bahkan lebih mudah dari yang pertama,” ungkap Uki. (Ririn Radiawati Kusuma/liveolive.com)

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.