Tips dan Trik Memanfaatkan Pesangon

By on 1 Oktober 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.755 kali
Pesangon

Perencanaan Keuangan – Karena sebab tertentu, kantor tempat Anda bekerja terpaksa harus gulung tikar. Sebagai imbalan atas pemutusan hubungan kerja (PHK), Anda mendapatkan sejumlah uang berupa pesangon. Namun peristiwa yang datang secara cepat itu terkadang membuat Anda tak siap menerima kenyataan. Pun Anda tak mengerti bagaimana memanfaatkan dan mengelola duit pesangon secara produktif.

Menurut perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno, sebelum membuat perencanaan atas uang pesangon, sebaiknya Anda menginventarisasi hak yang tersimpan di perusahaan. Seperti jaminan hari tua atau jenis asuransi lainnya. “Karena selama bekerja gaji Anda dipotong untuk membayar iuran, maka Anda perlu bertanya kelangsungan dari asuransi tersebut,” kata Mike.

Setelah itu, tanyakanlah mengenai besaran pesangon yang akan Anda terima. Juga mekanisme, syarat, dan waktu pengambilan uang pesangon. Kepastian itu akan berpengaruh terhadap startegi penyusunan keuangan setelah Anda berhenti bekerja. “Pokoknya setelah mendapatkan informasi akan ada PHK, segera hubungi bagian kepegawain supaya dapat kejelasan,” kata dia.

Jika uang sudah di tangan, barulah menyusun perencanaan anggaran. Langkah pertama, siapkanlah dana untuk bertahan hidup. Fungsinya sebagai jaring pengaman selama Anda mencari pekerjaan baru. Jumlahnya 12 kali dari pengeluaran bulanan. Dana bertahan hidup ini bisa dengan cara menjumlahkan pesangon dengan seluruh tabungan yang Anda miliki.

Setelah mendapatkan dana bertahan hidup, barulah sisihkan uang untuk kebutuhan transportasi membangun karier baru dan dana investasi. Misalnya setelah mengalkulasi, dana bertahan hidup yang Anda butuhkan sekitar Rp24 juta, sementara uang yang Anda milik sebesar Rp40 juta. Maka Anda bisa menggunakan sisanya untuk keperluan lain. “Saya rasa skema ini tergolong moderat untuk mengantisipasi sulitnya mencari pekerjaan baru,” kata dia.

Namun jika jumlah dana pesangon plus tabungan jauh lebih kecil ketimbang anggaran bertahan hidup, Anda bisa menggunakan opsi lain. Yakni dengan membagi setengah dari seluruh uang yang Anda punya. Jumlah itulah yang nantinya menjadi uang bertahan hidup. Umpamanya setelah dihitung total simpanan sekitar Rp15 juta, maka Anda bisa bertahan dan harus mendapatkan pekerjaan baru dalam jangka waktu tiga sampai empat bulan. Ini dengan asumsi pengeluaran bulanan sekitar Rp2 juta.

“Semakin cepat dapat pekerjaan, tambah bagus,” kata dia. “Supaya kesehatan keuangan lekas normal kembali.”

Kemudian, setengah sisanya bisa Anda alokasikan untuk keperluan lain. Yaitu 25 persen diantaranya untuk keperluan transportasi atau modal membangun bisnis baru. Sedangkan 25 persen sisanya dapat Anda manfaatkan untuk investasi tambahan. Seperti dana pendidikan anak ataupun asuransi. “Upayakan tidak menggunakan uang pesangon untuk keperluan konsumtif,” kata dia. “Ingat, dana ini bukan rezeki nomplok yang bisa dipakai sesuka hati.”

 

 

Sumber: plasadana.com/yaho.co.id

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.