Teori Random Walk di Pasar Saham

By on 20 Agustus 2014 | Artikel ini Sudah di baca 5.495 kali
Random Walk

Edukasi – Investor memiliki banyak pilihan strategi di pasar saham. Salah satunya, investor bisa membeli saham dan mengempitnya dalam jangka panjang. Adalah teori random walk yang mengajarkan strategi ini. Menurut teori ini, investor akan lebih untung jika ia berinvestasi di saham tertentu untuk jangka panjang. Dengan begitu, investor terhindar dari risiko fluktuasi harga jangka pendek yang tak terduga.

TEORI random walk atau disebut juga random walk hypothesis muncul tahun 1973. Saat itu, Burton G.Malkiel, dosen ekonomi Universitas Princeton, menulis buku bertajuk A Random Walk Down Wall Street. Random walk adalah teori pasar saham yang mengatakan bahwa harga saham di masa lampau serta arah harga saham atau pasar secara keseluruhan tidak bisa dipakai sebagai alat untuk meramal pergerakan harga saham di masa mendatang.

Sebab, harga saham bergerak secara acak (random) dan tak bisa diprediksi. Peluangnya untuk naik sama dengan peluangnya untuk turun. Tapi, jangka panjang, harga saham akan cenderung meningkat.

Pengikut teori ini percaya bahwa investor tak mungkin menebak arah harga dengan tepat. Karenanya, analisis fundamental maupun teknikal sebenarnya tak ada gunanya. Karenanya, Malkiel bilang bahwa membeli saham dan menyimpannya dalam jangka panjang adalah strategi paling tepat untuk investor individu. Jangan mencoba mengalahkan pasar. Ia kemudian menunjukkan bahwa sebagian besar reksadana di Amerika gagal mengalahkan acuan indeks S&P.

Kini, masih banyak investor yang mengikuti strategi Malkiel. Tapi, investor lain bilang bahwa kondisi pasar saham saat ini sudah sangat jauh berbeda dengan saat Malkiel menulis buku sekitar 30 tahun lalu. Saat ini, investor memiliki banyak akses terhadap berita pasar dan harga saham. Karenanya, investor memiliki semakin banyak alat untuk melakukan prediksi. Terserah, Anda percaya dengan pendapat yang mana. Tapi, jika Anda pengikut Malkiel, barangkali, saat ini adalah saat tepat untuk beli saham. Mumpung masih terjangkau.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.