Sudah Saatnya Memikirkan Deposit Keamanan Bagi Properti Anda

By on 9 September 2014 | Artikel ini Sudah di baca 4.127 kali
Properti

Investasi Properti – Sebagai investor properti sewa, Anda akan merasa perlu mengumpulkan uang secara teratur. Biasanya, penghasilan Anda akan datang dari pembayaran sewa. Namun, Anda juga akan butuh mengumpulkan uang jaminan. Uang jaminan ini dipakai sebagai bentuk keamanan untuk memastikan bahwa properti akan terpelihara dengan baik selama waktu dihuni oleh penyewa dan bahwa mereka tak akan pergi tanpa membayar sewa terakhir mereka. Apabila dalam hal salah satu dari keadaan di atas harus terjadi, Anda akan memiliki jaminan untuk melayani sebagai kompensasi atas uang yang mungkin Anda keluarkan.

Jumlah yang tepat dari uang jaminan yang Anda kumpulkan akan bervariasi tergantung pada keadaan. Beberapa negara memiliki peraturan tentang jumlah uang yang dapat dikumpulkan untuk uang jaminan. Idealnya, yang terbaik adalah untuk mengumpulkan deposit keamanan terbesar yang diperbolehkan untuk memastikan bahwa Anda tak mengalami masalah di kelak kemudian hari. Di mana diizinkan oleh hukum, banyak pemilik properti merasakan besarnya manfaat  mengumpulkan uang jaminan yang sama dengan satu setengah kali harga sewa biasa. Ada beberapa keadaan yang mendikte perubahan dalam jumlah normal dari uang jaminan yang Anda kumpulkan.

Misalnya, jika Anda mengizinkan adanya hewan peliharaan dan penyewa memiliki hewan peliharaan, Anda dapat memutuskan untuk mengumpulkan uang jaminan yang lebih besar. Hal yang sama akan berlaku pada keadaan lain seperti jika penyewa memiliki kasur air, tak mempunyai referensi, dll. Dalam kasus ini, Anda dapat memutuskan bahwa adalah ide yang baik mengumpulkan deposit keamanan yang lebih besar daripada uang yang biasanya Anda kumpulkan untuk menutup risiko yang Anda ambil, asalkan, tentu saja, bahwa Anda diijinkan untuk mengumpulkan uang jaminan yang lebih besar berdasarkan hukum setempat.

Uang jaminan harus selalu dibayar penuh sebelum penyewa menempati properti yang Anda sewakan. Kalau cinta saja harus sepenuh hati, mengapa membayar uang jaminan harus setengah, seperempat bahkan seperlima hati?  Memangnya hati Anda pizza? Maklumlah, penulis memang versi tidak terkenalnya Cak Lontong. Ya sudah, selain jaminan harus dibayar penuh, kunci-kunci tak boleh diberikan sampai uang jaminan telah diterima secara penuh. Jika tidak, Anda akan menemukan bahwa tujuan deposit keamanan telah dikalahkan oleh hal-hal yang kurang krusial. Bukanlah  ide yang baik mengijinkan penyewa membayar uang jaminan dalam bentuk cicilan. Jika Anda melakukannya, Anda mungkin akan menemukan bahwa cicilan tersebut tidak lunas hingga penyewa pindah dari properti Anda.

Idealnya, uang jaminan tidak dibayar dengan cek pribadi. Anda menghadapi risiko bahwa cek mungkin kurang cocok.

Ingat bahwa mengikuti pedoman negara mengenai apa yang harus Anda lakukan dengan uang jaminan setelah Anda menerimanya adalah perkara yang penting bagi pemilik rental properti.

Disarankan bahwa lebih baik jika Anda tidak memperumit masalah dengan label yang berbeda pada uang jaminan. Pemilik properti yang menyukai kesederhanaan tidak akan membebani penyewa dengan berbagai deposit keamanan yang berbeda termasuk deposit kunci, sewa bulan lalu, deposit pembersihan, dll. Hal ini dapat menjadi sangat membingungkan dan sayangnya, banyak pemilik properti mendapati bahwa penyewa masih cenderung berpindah meninggalkan propertinya tanpa membayar sewa bulan lalu karena merasa sudah membayar uang jaminan. Penyewa cenderung meninggalkan unit dalam kondisi yang mengerikan dan bahkan  deposit yang dimiliki tak mampu menutup biaya perbaikan yang diperlukan. Anda mungkin harus menyertakan dalam perjanjian sewa Anda bahwa uang jaminan tidak akan digunakan untuk membayar sewa bulan lalu sehingga para penyewa tidak menyepelekannya.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.