Siapkan Dana Haji Anda Dengan Pilihan Instrumen Investasi yang Tepat

By on 16 Januari 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2.263 kali

Siapkan Dana Haji Anda Dengan Pilihan Instrumen Investasi yang TepatEdukasi – Naik haji adalah rukun Islam yang kelima setelah syahadat, salat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan). Pada bulan Oktober 2014 kemaren satu per satu kloter Jamaah Haji Indonesia mulai mendarat di tanah air. Rasa syukur pun terpancar dari para jamaah karena lulus menunaikan rukun Islam ke-5. Terbersit juga perasaan lega, karena mereka mampu menyelesaikan rangkaian ibadah yang sangat berat selama lebih satu bulan lamanya.

Melihat mereka yang pulang dengan penuh sukacita, Anda pasti berharap, suatu saat nanti dapat menyusul jejak mereka. Bertemu dengan baitullah, menjadi tamu Allah, dan yang jelas melengkapi kewajiban sebagai umat Islam seutuhnya.

Bagaimana dengan dananya? Dana untuk berhaji memang cukup besar. Untuk tahun 2014, biaya haji per embarkasi paling murah adalah embarkasi Aceh yaitu  USD 2932 atau sekitar Rp 35 juta dan biaya paling mahal adalah embarkasi Lombok yaitu USD 3471 atau sekitar Rp 41 juta.

Yang bikin pening, hampir setiap tahun biaya haji mengalami kenaikan. Financial Planner independen, Aidil Akbar, dalam twitternya @AidilAKBAR bercuit, kenaikan biaya haji itu merupakan imbas dari kenaikan harga beberapa komponen, seperti naiknya setoran ke pemerintah Saudi, meningkatnya biaya akomodasi di tanah suci karena jumlahnya yang terbatas, serta naiknya harga tiket pesawat.

Mengingat biaya berhaji yang tidak murah, itulah sebabnya tidak semua umat islam dikenakan kewajiban untuk menunaikannya. Hanya mereka yang mampu saja, baik finansial, jasmani maupun rohani, yang diwajibkan.

Bicara soal kemampuan finansial, sebenarnya Anda pasti akan mampu kok jika mau mengusahakan. Buktinya, banyak sekali petani-petani desa yang mampu berhaji, masak Anda tidak?

Untuk mendapatkan kemampuan finansial ini, Anda harus memulainya dengan melakukan perencanaan keuangan yang baik. Langkah-langkah yang harus Anda tempuh seperti ini, pertama sebelum membuat rencana keuangan, Anda harus membuat rencana keberangkatan terlebih dahulu.

Kapan, kira-kira Anda ingin berhaji? Apakah 3 tahun lagi ataukah 5 tahun lagi? Merencanakan waktu berkaitan erat dengan berapa banyak uang yang harus Anda cicil setiap bulan. Menurut Aidil, semakin lama jangka waktunya, maka semakin ringan cicilannya.

Jika Anda sudah menetapkan kapan akan berangkat, langkah selanjutnya adalah mencari informasi besaran ongkos naik haji (ONH) saat ini, plus biaya tambahan lain yang juga harus dipersiapkan, seperti walimatus safar, vaksin dan cek kesehatan, sampai belanja oleh-oleh.

Setelah komponen waktu dan biaya sudah ditangan, Anda dapat membuat perkiraan biaya yang harus disiapkan.  “Perhitungkan kenaikan inflasi per tahun, misal 10 %. Jika biaya haji saat ini Rp 35 juta, maka 5 tahun lagi menjadi sekitar Rp 56.385.000,” cuit Aidil.

Oke, perkiraan biaya sudah didapatkan. Selanjutnya bagaimana? Langkah berikutnya adalah mempersiapkan dananya. Dulu, menabung adalah cara yang paling banyak dilakukan. Sekarang, menabung saja tidak cukup karena imbal hasilnya kalah dengan inflasi.

Perencana keuangan PT Prudential Life Assurance, Hani Calista mengatakan untuk mengejar laju inflansi kenaikan dana haji, sebaiknya tabungan haji ditempatkan dalam instrument yang lebih agresif seperti saham. Namun syaratnya, hal itu jika rencana naik haji lebih dari 5 tahun. Sementara jika rencana perjalanan haji kurang dari 5 tahun, Hani menyarankan untuk memilih instrument reksadana pendapatan tetap, deposito ataupun emas.

Soal menabung emas, Aidil juga sepakat. Menurutnya, emas prospektif karena harganya mengikuti kenaikan inflasi dan berbanding lurus dengan kenaikan dolar di Indonesia. “Jika rencana pergi haji 5 tahun lagi, maka emas yang harus ditabungkan sekitar 14gram/tahun atau 1gram lebih sedikit/ bulan,” cuitnya.

Hani menyarankan, jika saat ini dana haji dirasa berat untuk dikumpulkan, maka mengaculah terlebih dahulu pada pengumpulan uang muka haji. Setelah itu, uang sisanya bisa dikumpulkan sambil berjalan menunggu kuota keberangkatan ( sekitar 6-10 tahun lagi).

“Hitunglah dengan seksama berapa sisa dana haji yang harus dikumpulkn sebelum waktu keberangkatan. Lalu disiplinlah menabung. Pisahkan juga tabungn haji dengan lainnya.

 

 

Sumber: dompetpintar.com/wikipedia