Rupiah Menguat Tipis Karena Spekulasi Intervensi Bank Indonesia

By on 30 Desember 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.493 kali
Rupiah

RupiahBerita – Rupiah menguat tipis terhadap dollar Amerika Serikat. Ini karena ada spekulasi para pelaku pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan kembali melakukan intervensi lanjutan untuk menjaga rupiah.

Di pasar spot, Senin (29/12) pasangan USD/IDR naik 0,26% dari akhir pekan lalu ke 12.441. Sementara berdasarkan kurs tengah BI rupiah menguat 0,35% ke 12.434.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures mengatakan,  selain adanya spekulasi pelaku pasar atas rencana BI.  Dari sisi eksternal, ada optimisme pelaku pasar bahwa Jepang dan China akan memberi stimulus tambahan tahun depan setelah komentar otoritas China akan memangkas rasio loan deposit minimum  dan pemerintah Jepang telah menyetujui stimulus belanja.

Christian memperkirakan,  rupiah akan bergerak konsolidasi cenderung menguat. Pasalnya, aktivitas pasar masih akan sepi menjelang libur tahun baru. “Namun rupiah akan cenderung kuat karena adanya optimisme stimulus tambahan yang akan dilakukan China dan Jepang,” tegas dia.

Rully Arya Wisnubrata, pengamat pasar uang Bank Madiri juga memperkirakan, rupiah cenderung tak banyak bergerak selama sepekan ke depan. Ini karena aktivitas pasar akan masih sepi karena hari efektif trading saham hanya tiga hari. Selain itu, pelaku pasar juga menanti rilis data neraca dagang di awal tahun.

Pelaku pasar yakin, neraca dagang akan positif akibat kenaikan BBM bulan lalu.

Rully memproyeksikan, rupiah akan bergerak konsolidasi di kisaran 12.385-12.480. Sedangkan Christian memprediksikan, di rentang 12.390-12.460.

 

 

Sumber: KONTAN