Ringkasan Berita Bursa Saham Hari Ini

By on 14 November 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.778 kali

Kami menyajikan sejumlah berita di halaman bursa saham Harian KONTAN edisi Jumat 14 November 2014, sebagai berikut.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)

Kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) semakin terpuruk. Hingga kuartal ketiga tahun ini, GIAA menelan kerugian sebesar US$ 219,54 juta. Nilai kerugian tersebut membengkak 14 kali lipat ketimbang kerugian di kuartal III 2013 senilai US$ 15,01 juta.

Pertumbuhan pendapatan tak mampu menahan kerugian GIIA. Maklumlah, di akhir kuartal III 2014, pendapatan maskapai penerbangan pelat merah ini hanya tumbuh tipis 4,08% year-on-year (yoy) menjadi US$ 2,81 miliar.

Pendapatan penerbangan berjadwal berkontribusi terbesar dengan pertumbuhan 5,1% dari US$ 2,35 miliar di kuartal III 2013 menjadi US$ 2,47 miliar pada kuartal III 2014. Kemudian pendapatan penerbangan tak berjadwal Garuda tumbuh 19% (yoy) menjadi US$ 107,12 juta. Namun, pendapatan lainnya merosot 8,81% (yoy) menjadi US$ 220,38 juta.

Beban usaha GIAA melambung 13,38% dari US$ 2,69 miliar menjadi US$ 3,05 miliar. Di situ, beban operasional penerbangannya meningkat 17,61% (yoy) US$ 1,87 miliar. “Sebenarnya kerugian selama kuartal ketiga sudah sangat berkurang. Kerugian cukup besar terutama pada kuartal pertama ketika low season dan investasi di rute-rute baru belum menghasilkan keuntungan,” ungkap Direktur Keuangan GIAA, Handrito Harjono, kepada KONTAN, Kamis (13/11).

PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA)

Masalah PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) tak kunjung usai. Setelah terancam pailit dan tren negatif industri pelayaran, tercium indikasi penyelewengan penggunaan dana obligasi BLTA IV tahun 2009.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2013, manajemen menyatakan, telah menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 20 Agustus 2014. Nah, RUPO tersebut memutuskan audit investigasi sehubungan penggunaan dana obligasi.

Lembaga auditor independen, PricewaterhouseCoopers (PwC), sebagai auditor yang menelaah penggunaan dana obligasi tersebut mulai tahun buku 2009-Juli 2014. PT Samitra Artha Laksita dan PT Artha Lumina Capital, sebagai pemegang obligasi, menanggung seluruh biaya audit investigasi, Bank CIMB Niaga, selaku wali amanat obligasi BLTA 2009, diberi kuasa meminta seluruh dana dan informasi ke manajemen BLTA.

Manajemen BLTA menutup rapat proses investigasi tersebut. “Masalah masih dalam tahap awal dan manajemen belum dapat memperkirakan dampak akhir proses tersebut,” tulis Siana Anggraeni Surya, Direktur Utama BLTA dalam laporan keuangan.
Hingga berita ini ditulis, manajemen BLTA belum merespons pertanyaan KONTAN mengenai detail objek investigasi. Fitri Rachmawati, Sekretaris Perusahaan BLTA, belum menjawab pertanyaan KONTAN ke surat elektroniknya.
Antonius Joenoes Supit, Komisaris Independen BLTA, juga enggan berkomentar banyak. “Saya baru menjabat, daripada nanti salah, lebih baik tidak berkomentar terlebih dahulu,” kata Antonius pada KONTAN.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak banyak bergerak pada perdagangan Kamis (14/11). IHSG hanya turun 0,17 poin ke 5.048,67%. Sementara, bursa Asia tecermin pada indeks MSCI Asia Pasific naik 0,2% ke 141,65 hingga pukul 16.05 waktu Hong Kong.

David Sutyanto, Analis First Asia Capital mengatakan, pada perdagangan kemarin, IHSG semestinya mengalami koreksi lebih tajam. Dari pembukaan hingga penutupan sesi I kemarin, IHSG bergerak di zona merah dan koreksi 0,25%. Namun, selepas BI mengumumkan BI rate tetap di 7,5%, tekanan jual berbalik menjadi beli di perdagangan sesi II. “Ada optimisme kondisi perekonomian masih stabil terutama dari terjaganya tingkat inflasi,” terang David, Kamis (13/11). Karena itu, David mengingatkan investor untuk mewaspadai aksi profit taking pada perdagangan saham hari ini.

Setiawan Effendi, Analis Phintraco Securites bilang, teknikal IHSG pada hari ini masih berpotensi bullish. Indikator MACD dan stochastic golden cross. “Candlestick juga berada di garis tengah bollinger band sehingga masih ada potensi naik,” terang Setiawan.

Setiawan memprediksikan, IHSG bergerak di 5.018-5.103. Sedangkan David memproyeksikan di 5.010-5.090.