Reksadana, Produk Pasar Modal Atau Perbankan?

By on 16 Juli 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1.445 kali
Investasi Reksadana

Reksadana, Produk Pasar Modal Atau Perbankan?

Investasi Reksadana – Artikel ini akan membahas reksadana yang sifatnya lebih ke basic untuk para pengguna. Namun mungkin ada sebagian yang masih belum tahu jelas mengenai reksadana yang sebenarnya itu produk pasar modal atau perbankan ya. Karena kalau itu memang produk pasar modal, tapi mengapa dapat dijual di Bank?

Nah, walaupun diterbitkan oleh MI yang pada dasarnya lembaga dari pasar modal, namun produk reksadana bisa dikenal masyarakat karena memang dipasarkan di bank yang berperan sebagai agen penjualnya. Nasabah reksadana sendiri telah lebih mengenal dan mengetahui marketing maupun sales officer bank penjual reksadana tersebut dibanding MI. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah seperti apa peranan Manajer investasi dan Bank di dalam produk reksadana tersebut?

Reksadana bukan merupakan produk perbankan melainkan produk dari pasar modal. Kebanyakan orang mengenal reksadana sebagai salah satu produk perbankan sebab dana yang dikelola hampir sebagian besar didapat dari penjualan oleh agen penjual (Bank). Bank agen penjual juga lah yang akan memperkenalkan produk reksadana ini di semua kalangan termasuk High Net World Individual pada saat masih berjayanya produk reksadana melalui bank asing yang mana untuk minimum investasinya bisa mencapai puluhan sampai ratusan juta, hingga pada masyarakat sekarang ini yang masih dipopulerkan bank lokal maupun bank asing dengan investasi yang lebih kecil yaitu hanya dengan Rp. 500.000 kita sudah bisa memulainya .

Pihak manajer investasi kerap kali dalam menjelaskan cara kerja, strategi, pengelolaan serta prestasi reksadana dengan melalui kegiatan-kegiatan seperti investor gathering yang biasa dilakukan dan difasilitasi oleh bank. Demikian ini menjadikan produk reksadana seolah-olah itu merupakan produk dari perbankan padahal itu salah. Bank yang menjadi agen penjual biasanya sekedar bertindak dalam menjembatani para investor dengan MI melalui reksadana. Dari proses itu bank mendapatkan pendapatan dalam bentuk exit fee dan entry beserta manajemen fee dari transaksi reksadana.

Sebenarnya reksadana merupakan salah satu aset sebagai sumber pendapatan (berbasis biaya) bagi bank. Sementara bagi MI, bak sebagai agen penjual merupakan salah satu tempat dalam memasarkan prosuknya sebab tugas utama seorang MI yaitu mengelola reksadana, jadi bukan memasarkan reksadana.

Namun memang tidak semua dari produk reksadana di jual oleh bank, karena lebih banyak produk reksadana dikelola oleh MI asing maupun MI lokal yang berskala besar. Bagi MI lokal yang memiliki skala kecil ataupun menengah biasanya selain mengelola juga memasarkan produk dari reksadananya sendiri karena akan kesulitan dalam memperoleh akses penjualan dari bank. Akan tetapi ini tidak menjadikan produk mereka kalah dalam kinerja atas produk reksadana yang dijual dari bank.

Akan jauh ekonomis serta menguntungkan bagi MI jika produknya dapat dipasarkan melalui bank, sebab jarang sekali MI yang mempunyai tenaga pemasaran dengan kelebihan yang dimiliki layaknya bank. Biasanya banyak orang juga meyakini pemasaran dari bank apabila dibandingkan dengan pemasaran yang dilakukan oleh produk investasi apalagi jika orang itu telah menjadi nasabah atas bank tersebut.

Bahkan ada juga MI dari seluruh total penjualan reksadananya hanya dilakukan oleh agen penjual (bank). Sehingga produk itu dijual hanya dengan satu bank dan seorang investor pun

Dari fakta tersebut, kesan dari reksadana adalah produk perbankan masih sangat melekat walaupun kenyataannya berbeda. Seorang investor perlu mengingat bahwa agen penjual (bank) cuma berperan sebagai perantara, jadi bukan seorang yang melakukan pengelolaan terhadap dana anda. Demi memudahkan hal itu, pihak BAPEPAM-LK turut mengharuskan MI untuk menyertakan nama MI ke dalam penamaan produk dari reksadana itu. Hal ini bertujuan agar para investor mampu memahami bahwa produk itu bukanlah produk dari perbankan melainkan produk yang memang diterbitkan oleh suatu nama perusahaan.