Reksa Dana Indeks, Sejarah dan Definisi

By on 27 November 2014 | Artikel ini Sudah di baca 4.120 kali
Reksadana

Investasi Reksadana – Walaupun reksa dana termasuk bentuk investasi popular di Indonesia, primadona investasi ini  bukan berasal dari Indonesia. Sejarah dimulainya reksa dana bermula dari negara Inggris. Dan, pada 21 maret 1924,untuk pertama kalinya lahir reksa dana terbuka dan modern yang disebut Massachussets Investors Trust di Amerika. Terbentuknya reksa dana tersebut dilatarbelakangi peristiwa usai perang sipil. Pada waktu itu, perusahaan-perusahaan investasi Inggris dan Skotlandia membantu perekonomian Amerika pasca perang sipil dengan cara berinvestasi pada hipotek jalan raya, pertanian, dan perusahaan industri lainnya.

Beberapa tahun sesudahnya, di tahun 1976, John C. Bogle yang merupakan pendiri dan CEO The Vanguard Group pada saat itu, membuka index fund (reksa dana indeks) pertama kali bagi publik Amerika Serikat. Reksa dana tersebut dikenal dengan nama Vanguard 500 index fund, dan sukses menjadi perusahaan pengelola reksa dana paling besar ke dua di dunia. Pembukaan reksa dana indeks tersebut dilatarbelakangi dari inspirasi tulisan mengenai hipotesa pasar efisien yang ditulis oleh Eugene Fama yang merupakan murid Paul Samuelson di University of Chicago.

Untuk reksa dana di Indonesia, mulai dikenal sejak diterbitkannya UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Reksa dana merupakan salah satu pilihan favorit investasi bagi masyarakat. Mengapa disebut favorit? Disebut demikian lantaran instrumen investasi ini mampu menjangkau kalangan investor kecil dengan dana terbatas serta mereka yang tak memiliki banyak waktu dan keahlian serta hanya pengetahuan yang terbatas untuk menghitung risiko atas investasinya. Ada banyak jenis reksa dana, termasuk  reksa dana indeks yang juga telah ada di Indonesia.

Reksa dana indeks adalah reksa dana yang komposisi portofolionya diatur menyerupai suatu indeks tertentu sehingga return yang diberikan akan setara dengan indeks yang diikutinya. Maksudnya yaitu, sebelum membentuk reksa dana indeks, manajer investasi memutuskan satu indeks tertentu yang hendak dipakai sebagai acuannya. Indeks acuan ini pada dasarnya dapat berasal dari indeks apa saja, namun biasanya indeks yang digunakan sebagai acuan adalah indeks saham. Contohnya begini: jika manajer investasi bermaksud berinvestasi pada obligasi maka, portofolionya harus berisikan minimal 80 persen  obligasi yang akan digunakan dalam perhitungan indeks obligasi.

Mengapa 80 persen? Ini merupakan peraturan yang sudah ditetapkan oleh BAPEPAM sebagai lembaga yang berperan mengawasi pasar modal serta lembaga keuangan. Peraturan tersebut tercantum dalam Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Terproteksi, Reksa Dana Dengan Penjaminan dan Reksa Dana Indeks, Peraturan Nomor IV.C4 angka 9 huruf a2. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa portofolio efek yang terdiri atas efek yang menjadi bagian suatu indeks yang menjadi acuannya, sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) diinvestasikan pada efek yang merupakan bagian dari kumpulan efek yang ada dalam indeks tersebut. Sedangkan pembobotan masing-masing efek antara 80%  hingga 120%.

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.