Redemption Massal, Apa Yang Harus Dilakukan Oleh Investor dan Perusahaan Reksa Dana

By on 1 September 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.279 kali
Investasi Reksadana

Investasi Reksadana – Gelombang redemption (penjualan kembali) reksa dana jenis pendapatan tetap yang mungkin terjadi dan pernah terjadi di dunia pasar modal Indonesia merupakan fenomena yang  memprihatinkan bagi Manajer Investasi (MI) maupun investor. Yang jelas peristiwa ini sungguh pernah terjadi  terjadi dan bagi para investor baru, peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi dalam reksa dana dapat digunakan untuk suatu pembelajaran, sehingga sejarah yang terjadi dengan ongkos yang mahal ini tidak mubazir. (Inget aja ibu  kita yang dipas-pasin banget kalo ngasih ongkos jalan jaman kita masih sekolah dulu, nah apalagi ini yang ongkosnya mahal! Perlu dicermati baik-baik hehehe…)

Sebelum melakukan pembahasan lebih lanjut, akan disinggung sedikit mengenai jenis investor dan latar belakang mengapa investor berinvestasi di reksa dana jenis pendapatan tetap serta apa saja upaya yang dilakukan para investor untuk melindungi investasinya.

Sebagian besar investor reksa dana di Indonesia relatif belum mengenal reksa dana dengan baik. Investor yang cenderung masih awam ini pada umumnya adalah investor ritel. Tentu saja ada sebagian investor yang telah memahami tipe investasi ini. Biasanya mereka adalah investor institusi maupun investor individu yang telah berpengalaman. Dua macam investor ini hampir selalu bisa mendapatkan diskon biaya pembelian (entry fee) dan/atau biaya penjualan kembali. Hal ini mengakibatkan mereka lebih leluasa menarik dana dan memindahkan  ke reksa dana atau instrumen investasi lain.

Adapun alasan investor mau berinvestasi di reksa dana jenis pendapatan tetap, biasanya karena mereka ingin mendapatkan hasil investasi yang relatif lebih tinggi dibanding jika mereka berinvestasi pada bunga deposito atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan resiko yang minimal. Dua hal mendasar yang dilupakan investor awam yaitu mereka kurang menyadari bahwa reksa dana jenis pendapatan tetap lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang ( di atas 1 tahun) dan adanya risiko investasi berupa penurunan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP).

Untuk melindungi investasinya investor memantau perkembangan NAB/UP melalui koran setiap hari yang memuat pula  return 30 hari terakhir dan return 1 tahun terakhir sebagai indikator jangka pendek dan jangka panjang.Dalam upaya membagikan  pelajaran berharga dari redemption besar-besaran ini, penulis berangkat dari sudut pandang investor, dengan mengaitkan faktor-faktor diatas yaitu i)tipe investor yang umumnya adalah investor awam sehingga cenderung kagetan/mudah panik, sedangkan di sisi lain ada investor kawakan yang sangat mudah memindahkan dananya tanpa biaya, ii) jangka waktu investasi relatif pendek, iii) informasi yang diperoleh dari koran yang memuat data NAB/UP dan return. Ketiga faktor ini memunculkan kebiasaan investor untuk berinvestasi dengan melihat kinerja “instant” yaitu return 30 hari terakhir.

Fenomena yang pernah terjadi di dunia investasi ini tentu saja diharapkan tidak pernah terjadi lagi karena bagaimanapun setiap perusahaan reksa dana di mana seseorang mempercayakan investasinya hanya memiliki dana terbatas. Andaikata sisa modal merosot tajam karena kasus eksepsional seperti redemption yang massif, maka boleh jadi perusahaanpun dapat mengalami kebangkrutan yang dengan begitu juga akan merugikan para investor sendiri. Solusi untuk para investor awam adalah untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan investasi mereka sehingga dapat bermetamorfosa (weitzzz kupu-kupu kale ah!?) menjadi investor berpengalaman. Ikuti sebanyak mungkin seminar atau pelatihan yang mampu Anda ikuti dan jangan lupa terapkan pengetahuan baru tersebut. Jika Anda telah menguasai, tentu tak sukar bagi Anda memindahkan dana tanpa biaya. Bagi perusahaan reksa dana sendiri harus lebih sering lagi member layanan pelatihan, kursus, pembelajaran, pelatihan atau apapun istilahnya supaya investor mereka lebih cerdas dan dengan demikian dapat menghindarkan perusahaan dari redemption massal yang merugikan.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.