Proses Kerja Dalam Bisnis Dropship

By on 11 Desember 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.219 kali
Proses Kerja Bisnis Dropship

Start-Up Bisnis – Dropshipping bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia bisnis online. Ketiadaan modal membuat seorang penjual online berdagang sebuah produk, tanpa memiliki stok barang sama sekali. Dropshipping mirip dengan metode penjualan eceran, di mana si pengecer tidak perlu memiliki produk secara fisik. Pembeli mungkin tidak tahu bahwa si penjual tidak memiliki stok produk. Asalkan barang dikirim sesuai pesanan, pembeli tidak ambil pusing apakah seorang penjual benar-benar memiliki barang tersebut atau tidak. Apa yang sesungguhnya terjadi dalam bisnis dropship? Bagaimana mekanisme atau alur kerja bisnis ini?

Mengutip situs Shopify, ada empat tahapan dropship sebelum akhirnya produk sampai ke tangan pembeli.

1. Dari pembeli ke toko online. Pembeli memilih barang yang dibutuhkan, kemudian melakukan pemesanan di sebuah toko online. Pembeli yang benar-benar serius berbelanja pasti akan segera melakukan pembayaran. Mekanisme pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai cara, tergantung payment system yang diberlakukan oleh toko online tempat pembeli berbelanja. Setelah melunasi pembayaran, baik pembeli maupun pihak toko online akan mendapatkan notifikasi–biasanya berupa email konfirmasi.

2. Dari toko online ke pemasok. Toko online akan menyampaikan pesanan pembeli kepada pemasok. Pada banyak kasus, penyampaian pesanan kepada pemasok dilakukan dengan meneruskan email konfirmasi yang didapat toko online saat pembeli melunasi pembayaran. Pemasok–yang sebelumnya sudah mengadakan perjanjian kerja sama dengan toko online–akan membebankan sejumlah biaya pembelian melalui tagihan kartu kredit milik toko online.

3. Dari pemasok ke kurir. Dengan asumsi produk tersedia di stok, pemasok akan memproses pesanan pembeli kepada kurir untuk dikirim. Pemasok bisa menggunakan jasa kurir yang dipekerjakannya sendiri atau menggunakan kurir dari perusahaan pengiriman barang. Meskipun dikirimkan secara langsung oleh pemasok, identitas pengirim yang tertulis dalam pesanan adalah identitas toko online. Nama, alamat, dan nomor telepon yang tercantum adalah milik toko online. Logo merek bisnis toko online pun tertera dalam paket pengiriman tersebut. Inilah yang membedakan bisnis dropship dengan bisnis online pada umumnya.

4. Dari kurir ke pembeli. Setelah mengirimkan barang, pemasok akan menginformasikan kode pengiriman kepada toko online sebagai bukti bahwa pesanan benar-benar telah dikirim. Kode pengiriman barang ini kemudian akan diteruskan oleh toko online kepada pembeli.

Dengan mekanisme demikian, muncul pertanyaan: dari mana toko online mendapatkan untung? Besarnya keuntungan (atau kerugian) toko online yang berbisnis dropship dapat diketahui dengan membandingkan nominal harga yang dibayarkan pembeli kepada toko online dan nominal harga yang dibayarkan toko online ke pemasok. Selisih nominal tersebut memberikan gambaran berapa kisaran untung atau rugi yang didapat toko online.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: netpreneur.co.id