Prediksi Investor Kawakan Soal Saham Tahun Ini

By on 12 Januari 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3.395 kali

SahamBerita – Kondisi pasar saham pada tahun ini diperkirakan masih akan tertekan perlambatan ekonomi global serta penuranan harga minyak mentah. Menurut salah satu investor papan atas Sjambiri Lioe, kendati ekonomi AS cukup kuat namun kawasan lain seperti Eropa, China, dan Jepang masih mengalami tekanan ekonomi.

Hal itu menurutnya akan mempengaruhi pasar saham dalam negeri. “ Kita harus hati-hati melihat global,” kata Sjambiri. Selain itu penurunan harga minyak juga turut menekan pasar saham terutama pada emiten-emiten yang berhubungan dengan minyak.

Bahkan didunia, menurut Sjambiri, hanya sebagian kecil saja yang akan diuntungkan dari penurunan harga minyak seperti China, Taiwan dan India. Itu lantaran mereka merupakan konsumsi minyak yang besar.

Investor yang juga Direktur Keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISIA) ini mengatakan, ada saham-saham tertentu yang memiliki prospek cukup bagus. Sebab di tengah tekanan global, pemerintahan Joko Widodo saat ini sedang berupaya menggenjot pembangunan infrastruktur.

Dia bilang, kalau mau berinvestasi saham pada tahun ini, investor sebaiknya memilih saham emiten di bidang konstruksi. Menurutnya perusahaan perusahan kontruksi milik pemerintah pasti akan memiliki prospek bagus. “Apalagi perusahaan-perusahaan yang bangun pelabuhan, jalan tol,” ujarnya.

Saham perbankan yang banyak memberi kredit terhadap perusahaan-perusahaan infrastruktur juga akan menerima dampak positifnya. Selain itu, Sjambiri bilang saham perusahaan makanan dan minuman juga memiliki prospek bagus. “Pemerintah saat ini sangat memperhatikan kesejahteraan. Untuk kesehatan sudah ada BPJS sehingga akan banyak uang untuk konsumsi,” jelasnya.

Dia mengatakan tekanan global akan berdampak nyata sepanjang semester I 2015. Jika program-program pemerintah berjalan dengan baik terutama dengan dukungan kuat dari parlemen maka di semester berikutnya pasar saham akan mulai bagus. Fundamental ekonomi yang bagus bisa menghadapi tantangan dari eksternal. “Tapi kalau tidak berjalan baik tekanan masih akan berlanjut,” ujarnya.

 

 

Sumber: KONTAN