Pilih Satu, Saham Blue Chip, Saham Penny, Saham Nilai, Saham Penghasilan, Atau Saham Defensif!

By on 10 Juni 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.917 kali
Ilustasi Saham

Saham memiliki besar kecil risiko yang berbeda-beda. Saham memiliki besar kecil harga yang juga berbeda. Saham memiliki fungsionalitas yang berbeda pula. Singkatnya, Anda tidak perlu berinvestasi di saham yang bukan untuk Anda. Anda hanya perlu menyesuaikan karakter Anda dengan karakteristik saham yang senada dengan semangat Anda. Anda mungkin seorang investor saham yang progresif, atau seorang investor yang hanya mengejar keuntungan dividen, tidak ada orang yang tahu gaya investasi Anda selain diri Anda sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan wawasan yang memadai tentang saham untuk mengimbangi gaya investasi Anda.  Di bawah ini diulas tentang  5 macam saham yang paling umum dan paling sering berseliweran di pasar saham.

Saham Blue Chip
Saham perusahaan besar dan  mapan yang telah menunjukkan profitabilitas dan pertumbuhan, dividen, produk dan layanan pembayaran serta kualitas yang baik, disebut saham blue chip. Perusahaan-perusahaan ini  pada umumnya merupakan  pionir di ranah industri mereka , telah ada untuk waktu yang lama, dan dianggap sebagai salah satu di antara investasi yang paling aman. Saham blue chip biasanya termasuk dalam Dow Jones Industrial Average. Indeks terdiri dari tiga puluh perusahaan yang merupakan pemimpin dalam kelompok industri mereka . Perusahaan-perusahaan ini  teramat  populer di kalangan investor institusional maupun  individual. Saham blue chip menarik investor yang berminat atas pertumbuhan,  stabilitas  serta dividen yang konsisten. Jarang sekali saham-saham ini tunduk pada harga volatilitas saham lain dan harga saham blue chip ini biasanya akan lebih tinggi daripada kategori saham lain. Kelemahan dari saham blue chip adalah bahwa karena stabilitas mereka, saham blue chip tak  akan berparesiasi  secepat saham dengan nilai yang lebih kecil.

Saham Penny
Saham Penny adalah saham dengan harga sangat rendah dan sangat berisiko. Saham Penny  biasanya diterbitkan  oleh perusahaan tanpa catatan profitabilitas atau stabilitas jangka panjang. Daya tarik saham penny adalah dari harganya  yang rendah dan oleh karena itu sangat terjangkau. Meskipun banyak anggapan yang mengatakan bahwa berinvestasi di saham Penny hanya akan merugikan, jika perusahaan dapat masuk ke tren pertumbuhan, harga saham bisa melonjak  sedemikian cepat . Saham Penny ini  kebanyakan disukai oleh investor  spekulan.
    
Saham Nilai
Kadang-kadang pendapatan perusahaan dan potensi pertumbuhan mengindikasikan bahwa harga saham tersebut harus lebih tinggi daripada pada perdagangan saat ini. Saham semacam ini disebut Saham Nilai. Untuk  sebagian besar, investor dan pasar telah mengabaikan saham nilai ini. Para investor yang membeli saham nilai menaruh harapan bahwa pasar akan segera menyadari sesuatu yang mempunyai nilai tawar dan mulai membeli . Strategi semacam ini acapkali  akan  menaikkan harga saham.

Saham Penghasilan
Saham Penghasilan adalah saham yang mampu membayar lebih tinggi dari rata-rata dividen. Saham Penghasilan juga  dikelarkan oleh  perusahaan mapan sebagai contoh  perusahaan utilitas atau perusahaan telepon . Saham Penghasilan menjadi cukup  populer di kalangan investor yang bermaksud  memiliki saham tersebut untuk jangka waktu yang lama dan dalam rangka mengumpulkan dividen. Saham Penghasilan adalah untuk para investor  yang  tak begitu tertarik pada keuntungan dalam harga saham.

Saham Defensif
Saham defensif diterbitkan oleh perusahaan dalam industri yang telah menunjukkan performa yang baik di pasar yang buruk . Perusahaan makanan dan perusahaan utilitas adalah perusahaan-perusahaan yang biasanya menawarkan kepemilikan  saham defensif.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.