Pertimbangan Asuransi Swasta atau BPJS

By on 30 September 2015 | Artikel ini Sudah di baca 677 kali

Asuransi – Program BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial merupakan salah satu jenis asuransi yang ditawarakan oleh pemerintah Indonesia ke semua masyarakat. Sebelumnya asuransi swasta menjadi satu-satunya jenis asuransi yang bisa digunakan oleh masyarakat, namun hanya menjangkau beberapa kalangan yang mengerti tentang asuransi saja. Namun saat ini banyak orang yang ingin memiliki BPJS namun juga asuransi swasta. Ada berbagai perbedaan yang sangat besar antara dua jenis asuransi ini. Jika Anda bingung, pilih mana asuransi atau bpjs, maka berikut ini adalah berbagai gambaran yang menjadi perbedaan antara asuransi dengan BPJS.

Premi Asuransi VS BPJS

Premi asuransi memang memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan jenis premi untuk BPJS. Ada berbagai hal yang menyebabkan premi asuransi menjadi lebih mahal seperti faktor usia, kondisi kesehatan dan jenis kelamin. Asuransi menawarkan beberapa nilai premi yang berbeda mulai dari ratusan hingga jutaan. Namun premi untuk BPJS memang sangat terjangkau dengan beberapa kelas layanan yang berbeda, seperti untuk kelas I, II dan III. Untuk pembayaran asuransi juga sama yaitu dibayarkan untuk setiap bulan. Premi untuk BPJS semua nilainya sama dan tidak terpengaruh oleh jenis kelamin, usia maupun kondisi kesehatan.

Manfaat Asuransi VS BPJS

Perbedaan lain yang bisa dilihat dari asuransi dengan BPJS adalah manfaat yang bisa didapatkan oleh peserta asuransi. Biasanya asuransi yang dibuat oleh swasta menawarkan berbagai jenis manfaat secara penuh seperti operasi, rawat inap, rawat jalan, obat, dan semua jenis pemeriksaan yang diperlukan. Selain itu perbedaan fasilitas juga banyak ditentukan oleh besarnya kelas premi yang diikuti. Sementara untuk BPJS maka peserta bisa menikmati berbagai manfaat seperti rawat inap, rawat jalan, operasi, pemeriksaan gigi, mata dan bergagai fasilitas lain termasuk untuk kehamilan.

Plafon Asuransi VS BPJS

Plafon yang diberikan oleh asuransi pihak swasta memiliki sifat yang terbatas sesuai dengan persetujuan yang telah disepakati sejak awal. Plafon ini menjadi salah satu jenis syarat yang harus diikuti oleh klien. Salah satu contoh plafon yang paling mudah adalah batasan mengenai perawatan untuk jenis penyakit yang sama dalam satu tahun, plafon yang mengatur tentang tindakan medis yang menjadi tanggungan pihak asuransi dan pemeriksaan laboratorium yang menjadi tangguan asuransi. Sementara BPJS tidak memberikan batasan plafon sehingga semua peserta bisa menikmati berbagai jenis layanan asuransi sesuai dengan kebutuhan.

Kondisi Kesehatan Asuransi VS BPJS

Salah satu pengaruh yang sangat besar dalam nilai asuransi dan BPJS adalah masalah kondisi kesehatan peserta. Dalam asuransi swasta maka peserta harus melakukan sesi wawancara dan pemeriksaan medis yang berhubungan dengan kondisi kesehatan. Hal ini diperlukan untuk mengetahui kondisi penyakit dan riwayat kesehatan yang berhubungan persyaratan asuransi. Jika sudah memiliki penyakit tertentu maka asuransi yang dibayarkan akan lebih mahal. Sementara untuk BPJS kondisi kesehatan saat akan menjadi peserta sama sekali tidak dipertimbangkan, artinya semua orang yang masih sehat atau sedang sakit bisa mengurus BPJS.

Tingkat Pelayanan Asuransi VS BPJS

Sementara itu untuk tingkat pelayanan memang lebih banyak dimenangkan oleh pihak asuransi swasta. Asuransi swasta telah menjalin hubungan dengan berbagai jenis rumah sakit dengan kelas yang berbeda. Dengan cara ini maka peserta bisa bebas memilih rumah sakit dan pelayanan yang diinginkan. Sementara untuk BPJS semua fasilitas, kelas pelayanan dan jenis rumah sakit akan ditunjuk sejak awal. Kondisi ini akan membuat peserta merasa sangat terbatas saat ingin mendapatkan pelayanan.