Perdagangan Komoditas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Mulai Meriah Lagi Naik 21,7%

By on 8 September 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.262 kali
bbj

Perdagangan komoditas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) mulai meriah lagi. Sepanjang Agustus 2014, volume transaksi multilateral mencapai 40.688 lot. Jumlah tersebut meningkat 21,7% dibanding dengan volume transaksi bulan sebelumnya.

Data BBJ menunjukkan, kenaikan volume transaksi bulan Agustus ditopang tiga komoditas andalan, yaitu emas, kopi dan kakao. Kenaikan terbesar dibukukan transaksi kakao yang melonjak 58,3% dibanding dengan bulan Juli menjadi 3.604 lot. Diikuti, transaksi kopi yang naik 28% menjadi 23.100 lot. Volume transaksi emas juga naik 26,8% menjadi 9.785 lot.

Sayang, transaksi produk olein (turunan minyak sawit) justru menyusut 22,1% menjadi 4.199 lot. Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta, Bihar Sakti Wibowo mengungkapkan, ada tiga faktor yang mengerek volume transaksi multilateral sepanjang bulan lalu.

Pertama, kondisi pasar yang cukup fluktuatif. Maklum, harga emas bergerak fluktuatif selama Agustus lalu. “Para trader memanfaatkan peluang saat kondisi pergerakan pasar relatif ekstrem,” paparnya. Kedua, lonjakan transaksi merupakan buah dari intensnya sosialisasi yang dilakukan BBJ bersama anggota bursa. Ketiga, volume transaksi ramai karena ditunjang online trading system yang semakin berjalan baik.

“Dengan menggunakan online trading, pelaku pasar bisa bertransaksi dimanapun menggunakan gadget mereka,” jelas Bihar. Terpicu fluktuasi harga Di sisi lain, lanjut Bihar, penurunan volume transaksi olein dipicu anjloknya harga crude palm oil (CPO), produk penghasil olein. Saat ini, pelaku pasar masih mencermati batas penurunan harga CPO.

Ke depan, Bihar menilai, prospek transaksi multilateral akan semakin ramai, terutama untuk kopi dan emas. Selain harga emas yang biasa fluktuatif, pergerakan harga kopi juga cukup ekstrim. Hal ini akan dimanfaatkan pelaku pasar, baik yang bertujuan hedging maupun spekulan.

“Itulah sebabnya transaksi kopi cukup tinggi,” ujarnya. Ariston Tjendra, Head of Research and Analysis Division PT Monex Investindo Futures sependapat, transaksi multilateral cukup ramai, lantaran pelaku pasar tertarik melakukan trading di tengah fluktuasi harga yang lebar.

Prediksi Ariston, transaksi emas masih menjadi primadona, sebab fluktuasi harganya paling tajam ketimbang komoditas lainnya. Apalagi, ada wacana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS yang dijadwalkan lebih cepat.