Pelemahan Rupiah Tahan Kejatuhan Emas

By on 19 September 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.437 kali

Harga emas di pasar global anjlok. Tapi  jangan mengira Anda bisa mengoleksi si kuning dengan harga sangat murah di pasar domestik. Lirik saja, harga emas batangan di PT Aneka Tambang Tbk masih relatif mahal. Ini lantaran pada saat bersamaan nilai tukar rupiah terpuruk.

Kamis (18/9), emas pengiriman Desember di Bursa Komoditas Amerika Serikat (Comex) terjun  ke level terendah dalam delapan bulan, yaitu US$ 1.219 per troi ons. Emas kalah bersaing melawan dollar AS, setelah The Fed memproyeksikan kenaikan suku bunga lebih tinggi di tahun depan. Setidaknya, sepanjang September ini, harga emas spot sudah tergerus 5,3%.

Namun, pada periode yang sama, harga emas Antam pecahan 1 gram hanya turun Rp 6.000 atau sekitar 1,1% menjadi Rp 526.000 per gram. Adapun, harga beli kembali (buyback) mencapai Rp 467.000 per gram.

Tonny Mariano, analis Harvest International Futures, mengatakan, harga emas Antam masih cukup stabil dibanding koreksi emas spot. Penurunan harga emas Antam terjegal pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Kemarin, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, rupiah menembus Rp 12.030. Sepanjang bulan ini, rupiah sudah melemah  2,7%.

Proyeksi Tonny, seiring perekonomian Amerika Serikat yang cukup bagus, tren harga emas dunia masih turun hingga akhir tahun. Namun, emas Antam tak akan turun tajam. “Meskipun turun, sulit menembus ke bawah Rp 520.000. Sebab, rupiah masih cenderung melemah,” tuturnya.

Analis Soegee Futures, Nizar Hilmy menduga, hingga tutup tahun ini, emas batangan tak turun tajam,  sebab rupiah tak akan menguat signifikan. “Pelaku pasar memburu dollar AS untuk membayar utang jatuh tempo,” ujarnya. Menurutnya, masih besar potensi rupiah mendekati Rp 12.000.

Jika dollar AS dan pasar saham bullish, harga emas spot bergulir di US$ 1.150-US$ 1.200 hingga akhir tahun ini. Dus, emas Antam diperkirakan  Rp 510.000-Rp 530.000 per gram. Nah, bagi investor horizon investasi jangka panjang, Nizar bilang, ini saatnya membeli emas.

Tonny juga menyarankan beli bagi investor jangka panjang. “Tapi, kalau untuk trading jangka pendek, sebaiknya jangan sentuh emas. Bahkan, kalau sudah terlanjur beli dan relatif untung, sebaiknya jual saja,” imbuhnya.

Smber : KONTAN