Pasar Emas Dari 1971 Hingga 2001

By on 11 Juli 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.781 kali
Emas

Pasar Bullish 1971 – 1980
Pada  tanggal 1 Mei 1972 harga emas meningkat lebih dari 50 USD per ounce (265 USD disesuaikan dengan inflasi) untuk pertama kalinya setelah Black Friday tahun 1864. Pada kuartal pertama tahun 1973 pasar mata uang harus ditutup selama empat belas hari Berturut-turut. Setelah itu, Perjanjian Bretton Woods digantikan oleh sistem tingkat konversi fleksibel atas emas dan dollar. Pada tanggal 14 Mei 1973, harga emas mencapai angka 100 USD per ounce (509 USD disesuaikan dengan inflasi). Pada 14 November 1973, Presiden AS Gerald Ford melegalkan kembali kepemilikan emas. Di tahun 1976, dengan kesepakatan Jamaika IMF menghilangkan pengelompokan emas terhadap dolar AS. Sejak saat itu mata uang adalah uang fiat, tak bisa dipertukarkan dengan emas dan secara teroretis jumlah uang beredar jauh lebih luas..

Pada era 70an negara-negara industri mengalami stagflasi dengan inflasi yang besar, produktivitas yang kecil, pembangunan ekonomi yang lambat, dan tingkat pengangguran yang tinggi. Dekade ini ditandai dengan ketidakpastian yang tinggi dalam dunia keuangan yaitu adanya krisis minyak, dan jumlah uang beredar.

Pada 1970-an harga emas melonjak 15 kali lipat. Pada 27 Desember 1979 harga emas mencapai titik tertinggi baru lebih dari 500 USD per ounce (1552 USD disesuaikan dengan inflasi). Pada 21 Januari 1980 tingkat emas di New York Commodities Exchange mencapai 873 USD (2346 USD disesuaikan dengan inflasi).

Pasar Bearish 1980 – 2000
Pada tahun 1980 tahun panjang pasar bearish emas dimulai. Di tahun 1994, New York Commodities Exchange bergabung dengan New York Mercantile Exchange (NYMEX). Pada tahun 1999 tingkat emas di London berada di nilai terendah sepanjang waktu yaitu US $ 252,80 (US $ 335,95 disesuaikan dengan inflasi). Untuk mengatur penjualan emas, dan dengan demikian berpengaruh pada harga emas, 15 negara Eropa menandatangani Perjanjian Emas Bank Sentral (CBGA).  Dalam perjanjian tersebut diatur berapa banyak emas yang dapat dijual tiap tahun. Pembatasan menentukan penjualan terbanyak adalah 400 per tahun atau 2000 ton dalam waktu lima tahun (CBGA1 1999-2004).  CBGA I digantikan oleh CBGA II kemudian CBGA III.  Antara 1949 dan 1982 kepemilikan emas pribadi dilarang di Cina.  Pembentukan Shanghai Gold Exchange pada tahun 2002 meningkat sehingga dengan demikian juga berpengaruh pada  permintaan emas.  Dalam lima tahun setelah itu, China menyalip Amerika Serikat dan menjadi pembeli emas terbesar kedua setelah India.

Pasar Bullish dari tahun 2001
Sejak tahun 2001 harga emas telah meningkat secara stabil.  Pada tahun 2005 untuk pertama kalinya sejak tahun 1987 harga emas menembus kisaran 500 USD. Tiga tahun kemudian, pada tahun 2008, tingkat harga emas adalah lebih dari 1.000 USD.  Hal ini merupakan dampak dari krisis properti di AS. Krisis keuangan meningkatkan permintaan emas fisik dan exchange traded funds.  Dana terbesar ada di cadangan emas untuk pertukaran emas perdagangan. SPDR Gold Trust, mencapai pasokan sepanjang masa pada tahun 2010 yaitu 1.320 ton.  Dana emas ini lebih dikendalikan dari Cina National Bank.
Masih di tahun yang sama diumumkan rencana untuk meningkatkan cadangan emas mereka.

Pada tanggal 7 Desember 2001, harga emas di New York mencapai rekor baru yaitu 1.431,60 USD. Dibandingkan dengan emas, nilai USD jatuh ke titik terendah sepanjang waktu.  Hal ini terjadi karena  ketidakpastian tentang pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan inflasi di AS.  Faktor lain adalah terjadinya penurunan produksi emas sebesar 10 % semenjak tahun 2001 dan permintaan yang kuat untuk perhiasan oleh investor institusi.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.