Minyak di Level US$ 60,94, Terendah Dalam 5 Tahun

By on 11 Desember 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.036 kali
Minyak turun

Berita – Harga acuan minyak dunia turun ke level baru terendahnya dalam lima tahun terakhir. Data Reuters menunjukkan, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Januari turun 4,5% menjadi US$ 60,94 per barel. Ini merupakan level terendahnya sejak Juli 2009.

Sementara, harga kontrak minyak Brent turun nyaris US$ 3 menjadi US$ 64 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level US$ 60,63. Level ini belum pernah tersentuh sejak 16 Juli 2009 lalu.

Anjloknya harga minyak terjadi setelah OPEC memangkas outlook permintaan minyak untuk konsumsi global. Dalam laporan bulannya, OPEC meramalpermintaan minyak kepada OPEC akan turun menjadi 28,92 juta barel per hari pada 2015. Prediksi itu turun dari ekspektasi sebelumnya sebesar 280.000 barel.

Sentimen lainnya adalah data AS yang menunjukkan adanya lompatan cadangan minyak yang cukup mengejutkan. Energy Information Administration merilis data adanya kenaikan cadangan minyak sebesar 1,5 juta barel pada pekan lalu. Analis mengantisipasi penurunan sebesar 2,2 juta barel. Pada pekan yang berakhir 5 Desember, cadangan minyak AS berada di posisi 380,8 juta barel.

“Pelaku pasar global mulai menyadari bahwa paruh pertama tahun depan harga minyak akan sangat rendah. Penurunan harga sudah dimulai saat ini,” jelas Gareth Lewis-Davies, strategist BNP Paribas.

Permintaan minyak dunia tergerus akibat perlambatan ekonomi China serta stagnannya perekonomian negara maju, khususnya Eropa.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: KONTAN