Mengukur Risiko Investasi Reksa Dana

By on 8 Mei 2014 | Artikel ini Sudah di baca 1.459 kali
investasi reksadana

Investasi Reksadana – Dalam mengukur risiko investasi, terdapat beberapa aspek yang   terkait erat   di antaranya   jangka      waktu   investasi,   nilai   dana   yang  hendak  diinvestasikan, profil risiko serta tingkat pengembalian yang dikehendaki. Rumuskan   tujuan   dana   yang   kelak diharapkan akan   dihasilkan  dari investasi   ini.   Apakah Anda berinvestasi untuk biaya kuliah anak Anda ataukah untuk dana pensiun?

Tentukan   tujuan   secara   khusus   baik   dari   segi   alokasi   juga   dari   jumlah  uang yang dibutuhkan.  Jangan lupa menentukan  batasan   waktu   yang   diperlukan.   Anda   sebaiknya  menentukan   apakah investasi    demi   keperluan   jangka   pendek     atau   jangka    panjang. Untuk  jangka   pendek/ short term   yang biasanya kurang dari 1 tahun,   Anda   dapat memilih   reksa dana pasar uang   atau   obligasi.  Sedangkan untuk  jangka panjang,  Anda dapat memilih reksa dana dengan potensi pertumbuhan yang lama  misalnya reksadana  saham.

Lalu, yang sama pentingnya adalah, ketahui   seberapa besar toleransi  Anda  terhadap risiko  investasi.  Seperti  Anda ketahui, semakin  tinggi  hasil   investasi    yang    diharapkan,  semakin besar pula risikonya.
Toleransi terhadap risiko ini ditentukan oleh faktor-faktor :

? Seberapa besar ketergantungan Anda pada uang yang diinvestasikan.
? Usia Anda.
? Tujuan Investasi.
? Seberapa banyak pengalaman investasi Anda.
? Nilai investasi dibandingkan dengan nilai total aset bersih Anda.

Dalam memilih reksa dana perlu juga mengetahui dialokasikan ke mana saja   dana    yang dikelola   tersebut.   Misalnya     reksa dana   saham,  manajer investasi  menempatkan  saham-saham apa    saja?   Hal   seperti ini biasanya  tak  dicantumkan dalam prospektus.   Hal   ini   bisa   Anda   cari   dalam   laporan   keuangan   perusahaan investasi di mana Anda sedang atau akan berinvestasi. Dengan demikian Anda    mampu   melihat   saham-saham  yang dalam penilaian Anda sesuai dengan keinginan Anda.

Namun,   perlu diperhatikan bahwa   melakukan   investasi   pada   reksa   dana   juga   tidak bebas dari  risiko. Berbagai macam risiko akan dihadapi oleh investor   di mana   risiko tersebut   dapat dipelajari     oleh   investor    pada    tiap prospektus     reksa      dana yang bersangkutan. Oleh sebab itu, investor yang melakukan investasi pada reksa dana   akan menjumpai   risiko   seperti   penurunan nilai  investasi   yang tidak  terjadi pada deposito bila tak dicairkan sebelum masa jatuh tempo. Selain itu,  investorpun akan mengalami risiko penyelesaian terhadap  investasi yang ditanamkannya.

Uang investasi tak dapat segera diterima ketika reksa dana diredeem / dicairkan   seperti yang terjadi     pada    Deposito.    reksa     dana     bukanlah     pesaing    dari deposito,   namun   adalah   bagian dari   instrumen  investasi   jangka panjang,   kecuali   untuk   reksa   dana   pasar   uang.   Biasanya,   investor reksa dana akan memperoleh dananya dalam jangka waktu selama-lamanya 7 hari ketika   investor   melakukan   redeem.   Di   sisi   lain,  investor   tak   mengetahui value yang hendak dicairkan lantaran nilainya dihitung tiap hari di pukul 6 sore   sedang   investor   harus memasukkan   sertifikat   redeemnya   sebelum   pukul   12.00 siang.

Seorang investor  reksa dana hanya   dapat  mengetahui jumlah unit yang hendak diredeem atau yang dipunyainya. Nilai per unit penyertaan bisa dipantau di media massa setiap harinya yang diberi istilah dengan istilah Nilai Aktiva Bersih. Hal yang     perlu   diingat   investor   adalah  karakteristik   investasi    pada   reksa dana, berjangka   waktu   menengah (lazim   disebut   lebih   dari  1 tahun hingga di bawah 3 tahun) serta jangka panjang (lebih lama dari 3 tahun).

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.