Menggunakan Kebangkrutan Pihak Lain Untuk Berinvestasi Properti

By on 28 Mei 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.029 kali
Properti

Investasi dalam kebangkrutan dapat menjadi pabrik uang besar untuk investor real estate. Investasi dalam kebangkrutan dapat menghasilkan pendapatan yang besar tatkala Anda memilih properti yang tepat. Ada beberapa undang-undang yang dapat berubah dari daerah ke daerah yang mengatur kebangkrutan. Ini berarti bahwa ada risiko yang terlibat untuk investor, dan memiliki kesadaran akan risiko ini dapat membantu investasi Anda dengan sangat luar biasa.

Sebuah risiko besar yang mungkin Anda hadapi dengan kebangkrutan adalah bahwa pemilik dapat kembali dan mengklaim properti mereka. Beberapa wilayah bahkan memiliki undang-undang yang menyatakan kebangkrutan tidak lengkap untuk kurun waktu tertentu. Anda harus mencari tahu apakah wilayah Anda memiliki jenis hukum yang melindungi pemilik rumah saat mereka mengajukan kebangkrutan. Bila hal ini terjadi, Anda mungkin ingin memastikan rumah kosong sebelum mengajukan tawaran pada properti. Anda tentu tak bermaksud menaruh uang Anda menjadi sesuatu yang hilang sia-sia ketika pemilik rumah berubah pikiran.

Ketika pemilik menggadaikan properti dan dinyatakan bangkrut, bank akan memulai proses yang diperlukan untuk mendapatkan kembali kepemilikan properti. Tawaran pembukaan biasanya mulai pada sekitar dua pertiga dari nilai assesment rumah. Penawar tertinggi akan memperoleh properti tersebut. Investasi dalam kebangkrutan dapat sangat meningkatkan portofolio investor.

Memiliki rencana aksi saat Anda berinvestasi dalam kebangkrutan merupakan bagian penting. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah merumuskan apa rencana Anda untuk properti yang Anda kehendaki. Apakah akan menjadikannya properti yang disewakan atau apakah Anda berencana untuk melakukan bisnis flip (membeli untuk dijual kembali) properti? Menentukan apa yang ingin Anda lakukan dengan karakter Anda sebelumnya adalah penting sehingga Anda mengerti bidang apa yang harus dicari dan bagaimana Anda mampu mendapat keuntungan dari properti baru Anda.

Memilih investasi dalam kebangkrutan dengan hati-hati merupakan prioritas utama. Anda tentu tak mau berurusan dengan kebangkrutan yang akhirnya akan terdepresiasi, karena lebih baik mencari potensi pertumbuhan yang tinggi yang akan meningkatkan nilai. Hanya karena harga tampaknya tidak ada masalah, bukan berarti properti tersebut adalah untuk Anda. Cobalah mencari tahu waktu penjualan rata-rata dari rumah-rumah yang telah terjual. Hal ini akan memberikan indikasi yang baik misalnya apa yang dapat Anda peroleh untuk properti yang Anda cari.

Saat Anda melakukan investasi dalam kebangkrutan, Anda harus selalu menambahkan garis bawah pada return. Bila Anda tak dapat menghasilkan return investasi 10 % atau lebih besar, maka itu bukan properti yang baik untuk Anda beli. Anda harus menentukan pasar Anda. Memeriksa penjualan masa lalu di daerah sekitar adalah kunci. Menentukan apakah daerah tersebut berkembang atau menurun merupakan faktor penting dalam kebangkrutan. Petunjuk signifikan penting yang lain adalah untuk mengetahui berapa lama tiap rumah yang dijual telah ada di pasar properti. Anda mungkin menemukan kebangkrutan yang telah mewarnai pasar properti selama enam bulan atau lebih, ini merupakan indikasi yang baik bahwa properti tersebut mungkin investasi yang buruk karena terlalu lama tidak laku. Dengan semua investor lain di luar sana, jika salah satu dari mereka tidak menginginkannya, Andapun mungkin tak menginginkannya pula.

Setelah Anda menjadi kian akrab dengan berinvestasi dalam kebangkrutan, Anda selanjutnya harus belajar apa yang harus dibeli dan apa yang harus dihindari. Anda akan mulai memahami daerah mana adalah investasi yang baik bagi Anda dan mana yang tidak layak untuk masa Anda. Anda akan dapat pula lebih mengerti tentang pasar properti dan pita merah pinjaman yang merupakan faktor krusial manakala Anda berinvestasi dalam kebangkrutan.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.