Mengenal Sejarah Emas Berjangka di Indonesia

By on 21 Februari 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.786 kali
Emas_Berjangka

Mengenal Sejarah Emas Berjangka di Indonesia

Investasi Emas – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam yang cukup melimpah dan kebanyakan dari hasil pertanian atau barang tambang, termasuk emas. Logam mulia yang satu ini kerap kali dipergunakan sebagai saran hedging atau sarana pelindung nilai sebagai solusi perubahan kurs nilai tukar mata uang. Semakin berkembangnya teknologi, maka semakin berkembang pula perdagangan komoditi-komoditi. Maka hadirlah yang namanya bursa berjangka. Bahkan emas pun diperjual belikan secara berjangka. Bagaimanakah sejarah emas berjangka di Indonesia?

Di tahun 1991, dalam memperdagangkan komoditi secara berjangka, pemerintah membagi berberapa asosiasi komoditi untuk para pelaku pasar. Namun, hanya ada tiga asosiasi komoditi yang mau memperdagangkan komoditinya di bursa berjangka. Asosiasi-asosiasi itu diantara lain GAPKI (Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), AIMNI, dan AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia). Bursa internasional sudah menetapkan berbagai aturan dan para konsumen harus bisa berinteraksi dan bertransaksi dengan baik sesuai dengan aturan tersebut.

Selama itulah perdagangan di bursa berjangka terus berkembang. Bahkan dibuatlah undang-undang tentang bursa berjangka agar perdagangan menjadi lebih mudah. Namun, bursa berjangka di Indonesia pernah merosot karena krisis moneter yang melanda Tanah Air di tahun 1997-1998. Meskipun begitu, setahun kemudian, bursa berjangka Indonesia kembali bergerak.

Sejak 11 Juli 2000, Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka) memegang permohonan izin usaha suatu bursa berjangka. Dalam sejara Indonesia, ini adalah permohononan izin usaha pertama di bursa berjangka. BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) kemudian diberikan izin oleh BAPPEBTI pada 21 Novermber 2000. Bursa berjangka pertama di Indonesia ini melakukan perdagangan perdananya dengan dua komoditas utama, yaitu olein dan kopi robusta pada 15 Desember 2000.

Dua tahun menjelang tepatnya 1 Februari 2012, barulah komoditi emas diperdagangkan dalam bursa berjangka. Kemudian komoditas yang diperdagangkan pun semakin beragam, mulai dari minyak mentah, coklat, jagung, kedelai, katun, gandum, gula, tembaga, nikel, besi, aluminium dan perak.

Sejarah emas berjangka tentunya berawal dari terbentuknya bursa berjangka di Indonesia. Jika tidak ada bursa berjangka di Indonesia, pasti cukup sulit untuk memperdangkan komoditi berjangka, termasuk emas tentu saja. Perdagangan ini dilakukan secara online dan tidak memerlukan bentuk fisik dari komoditi yang diperjual belikan, melainkan kontrak kepemilikan dari komoditi tersebut.

Banyak sekali keunggulan yang bisa didapatkan dari emas berjangka, diantaranya adalah biaya yang relative lebih kecil, harga yang transparan, fasilitas online trading dan real time price, dan tentu saja kerahasiaan data pribadi dan keamanan dana yang terjamin. Setelah Anda mengetahui sejarah emas berjangka, perkembangannya, dan juga keunggulannya, apakah Anda tertarik untuk mencoba menanamkan investasi dalam komoditi berjangka yang satu ini?