Mengatur Keuangan Selama Ramadan dan Menjelang Idul Fitri

By on 1 Juli 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.685 kali
Manajemen Keuangan

Tidak terasa, kita sudah menjalani bulan suci yang penuh berkah, Ramadan tiga hari. Tahun ini berlangsung dalam Juni – Juli bersamaan dengan libur anak sekolah dan pesta diskon Jakarta Great Sale! Tanpa perencanaan keuangan matang, kantong bisa bobol. Bahkan menumpuk utang  baru di mana-mana.

Memang banyak orang tua yang kasihan jika anak-anaknya hanya di rumah saat liburan sekolah. Tapi gara-gara tidak ada rencana, pusat perbelanjaan jadi sasaran mencari hiburan. Entah untuk sekadar makan, nonton film, atau bermain di arena permainan anak.

Sayangnya, sambil jalan-jalan di mal, mata kerap terpana melihat merek favorit ditempeli label “SALE”. Mungkin terbersit dalam hati, “kan mau terima THR, gesek dulu lah, bayarnya nanti bulan depan!”

Tahan dulu. Mari kita bedah menjelang Ramadhan tahun ini.

Liburan anak adalah satu hal. Sementara tradisi mudik menjelang Lebaran, hal lain. Artinya ada dua rencana berpergian bersama keluarga dalam waktu berdekatan.

Jika Anda memiliki anggaran terbatas, ada baiknya momentum mudik juga jadi sarana berlibur anak. Ambil cuti agak panjang agar anak memiliki waktu lebih leluasa  di kampung halaman. Setelah Lebaran, mereka sudah memulai tahun ajaran baru.

Buatlah agenda untuk liburan sambil pulang kampung bagi si kecil agar meraka tidak jenuh. Tak harus menghamburkan uang, tapi Anda bisa mengajarkan beragam hal baru. Misalnya berkebun, masak, baca al-Quran. Jika memang ada anggaran, bisa juga diisi dengan program yang mereka sukai seperti menggambar, menari, komputer, pesantren, atau lainya.

Sejatinya, Ramadan bukan momentum untuk lebih boros. Faktanya, banyak terjadi sebaliknya. Ambil contoh soal makanan. Saat berbuka, rasanya satu meja penuh makanan. Padahal, perut kita harus diisi perlahan dan secukupnya, setelah satu hari tanpa asupan.

Air putih dan kurma adalah sunahnya, setelah itu makan malam seperti biasa. Jangan berbelanja di saat lapar! Penelitian menunjukkan bahwa saat kita berbelanja dalam keadaan perut kosong, kita menjadi lebih agresif dan impulsif dalam berbelanja. Tidak hanya untuk makanan, tetapi pada semua barang!

Untuk menghindari hal ini, ada baiknya Anda yang selalu masak di rumah mulai berbelanja seminggu sebelum Ramadan tiba.Terutama untuk barang-barang yang harganya sering naik di saat Ramadan, seperti gula merah,  santan, gula, sardine, dan lainnya.

Bagaimana dengan belanja baju?
Mumpung lagi momen diskon, jika memang punya dana cukup, belanjalah sekarang untuk Lebaran. Ini juga dilakukan untuk menghindari berbelanja saat bulan puasa, di mana harga-harga mulai naik.

Seandainya tidak ada dana memadai, belanjalah di akhir Ramadan, ketika sudah banyak yang mudik. Biasanya harga mulai turun lagi. Konsekuensinya, mungkin Anda kehabisan stok model yang bagus.

Tradisi buka bersama sambil reuni. Nah, ini juga penyebab kantong bocor kalau kita terlalu sering buka puasa di luar bersama beragam komunitas. Mulai teman TK sampai kuliah, teman kantor, ex- kantor, keluarga, teman hobi, dan seterusnya! Coba hitung berapa yang dikeluarkan setiap buka bersama? Sesuaikan dengan kemampuan, pilih saja beberapa acara yang memang betul-betul ingin didatangi.

Budaya mudik. Lebaran selalu menjadi momen penting untuk bertemu, bersilaturahmi dan saling memaafkan dengan orang tua, sanak saudara, dan kerabat di kampong halaman. Bila mudik sudah menjadi ritual tahunan Anda, sebaiknya rencanakan dengan menabung rutin atau menggunakan THR sebagai jatah untuk biaya mudik.

Strategi keuangan apapun yang diambil, harus membuat Anda terhindar dari utang. Karena biasanya, mudik juga akrab dengan budaya saling memberi, oleh-oleh, jalan-jalan, dan lainnya. Jangan lupa juga, jatah dari THR yang harus Anda berikan bagi orang-orang yang bekerja untuk Anda atau untuk saudara yang membutuhkan.

Begitu banyak pengeluaran yang akan terjadi saat Ramadan dan menjelang idul fitri, rencanakanlah dengan baik penggunaan pendapatan dan THR Anda. Sebelum memutuskan untuk menghamburkan uang, ingatlah bahwa puasa melatih kita menahan nafsu, termasuk dalam berbelanja.

Pikirkanlah setiap barang yang ingin Anda beli. Bagi yang masih memiliki kewajiban utang, ada baiknya jika Ramadan dan THR menjadi momentum untuk melunasi. Setidaknya sebagian, sehingga meringankan beban Anda setelahnya. Jangan sampai setelah Hari Raya selesai justru utang ikut bertambah.
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.

 

Sumber:
Dwita Ariani, MM, RFA, RIFATwitter: @BundaWita
Financial educator dari Zeus Consulting / yahoo.com