Mengapa Dana Open End Lebih Diminati Daripada Dana Closed End

By on 25 Juni 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.136 kali
investasi reksadana

Investasi Reksadana – Dana Open End di kalangan para investor lebih diminati karena kemudahan pengelolaan dan nilai yang lebih menguntungkan. Open End dan Closed End adalah istilah umum yang mengacu pada apakah perusahaan reksa dana menerbitkan atau menetapkan jumlah saham terbatas dalam dana tertentu. Ciri-ciri dan perbedaan keduanya dapat Anda pelajari lebih lanjut.

  • Dana Open End: Berarti bahwa perusahaan mengeluarkan saham sebanyak (atau sesedikit) permintaan investor. Dana Open End secara teoretis tak  mempunyai batasan jumlah investor atau jumlah uang yang mereka pegang. Anda membeli dan menjual saham dana seperti dari perusahaan dana.
  • Dana Closed End: dana Closed End adalah dana di mana perusahaan  reksa dana memutuskan  di muka, sebelum mereka memberitahukan kepada  setiap investor tentang  berapa banyak persisnya saham yang akan mereka keluarkan. Setelah mereka mengeluarkan saham tersebut, satu-satunya cara Anda dapat membeli saham adalah dengan membeli dari investor yang ada melalui broker. Proses ini terjadi dengan membeli dan menjual saham juga. Sebagian besar dana di pasar adalah dana open-end, karena dana open-end yang lebih baik lebih unggul dibandingkan dengan  rekan-rekan Closed End mereka.

Dana Open End rata-rata lebih banyak diminati dengan alasan-alasan di bawah ini:

  • Manajemen talenta: Dana Open End yang lebih baik menarik lebih banyak investor dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, mereka mampu membayar uang yang diperlukan untuk  menyewa manajer terkemuka. Kami tak mengatakan bahwa dana Closed End  tak memiliki manajer yang baik, namun secara umum, dana Open End menarik talenta yang lebih baik.
  • Biaya: Karena dan Open End mampu menarik lebih banyak investor, dan karena itu lebih banyak uang masuk untuk dikelola, maka dana Open End dapat menekan biaya operasional tahunan menjadi lebih rendah. Dana Closed End cenderung jauh lebih kecil peminatnya, dan oleh karena itu, membutuhkan biaya operasional yang lebih besar. Ingat, biaya operasional dikurangkan dari return saham sebelum reksa dana membayar keuntungan mereka pada para  investor. Oleh karena itu, biaya tahunan yang relatif lebih tinggi menekan kembali Closed End. Broker yang kuat yang menerima komisi besar biasanya menangani penjualan awal dana Closed End. Komisi broker ‘biasanya sekitar 5-8 persen dari dolar investasi Anda. Jika Anda ingin  menghindari komisi tinggi,  silahkan  membeli reksa dana open-end bebas komisi.
  • Fee gratis saat  menjual: Dengan dana open-end, nilai saham (dikenal sebagai nilai aktiva bersih) selalu sama dengan 100 persen dari investasi  dana tersebut pada nilai saat ini. Dan Anda tidak memiliki biaya dan masalah penjualan saham ke investor lain seperti yang harus Anda lakukan dengan dana Closed End. Karena dana Closed End seperti perdagangan sekuritas di bursa saham di mana Anda harus menjual saham Anda kepada seseorang yang ingin membeli. Dana Closed End kadang dijual dengan harga diskon.  Bahkan meskipun efek dalam dana Closed End mungkin bernilai, taruhlah, 20 USD per saham, dana dapat dijual di kisaran 19 USD  per saham jika penjual melebihi jumlah pembeli.

Anda bisa membeli saham dalam dana Closed End dengan harga diskon dan menunggu dengan harapan bahwa diskon menghilang atau – bahkan lebih baik – ternyata harganya naik ke premium (yang berarti bahwa harga saham dana melebihi nilai investasi yang dimiliki). Anda tak  perlu membayar premium untuk membeli dana Closed End, dan Anda tak  wajib membeli salah satunya  tanpa mendapatkan setidaknya diskon 5 persen.

Dana Open End  kadang-kadang dapat memutuskan di kemudian hari untuk “menutup” dana mereka kepada investor baru. Hal ini tidak menciptakan Closed End baru, namun, karenainvestor dengan saham yang ada umumnya dapat membeli lebih banyak saham dari dana perusahaan tersebut. Sebaliknya, dana tersebut menjadi dana Open End  yang tertutup bagi  para investor baru.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.