Menentukan Ahli Waris Saat Bergabung Dalam Asuransi Jiwa

By on 7 Juli 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.489 kali
asuransi-kesehatan

Masih banyak dewasa ini orang yang telah mendaftar dalam layanan asuransi dan terutama mereka yang hanya ikut-ikutan karena alasan gengsi tidak sungguh-sungguh mengerti hak-hak dan kewajiban apa saja yang dimiliki oleh pemegang polis asuransi. Hal ini sering dilupakan serta diabaikan oleh kebanyakan pemegang polis, sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak, sang pemegang polis asuransi masih kebingungan atau tidak tahu hal apa yang harus dilakukan.

Saat ini bila Anda telah mempunyai polis asuransi, silahkan baca dan pahami isinya. Perlu juga untuk mengingatkan kepada orang-orang terdekat Anda untuk mengetahui juga kondisi-kondisi penting yang akan dijelaskan di dalam polis asuransi, sehingga jika suatu saat nanti dibutuhkan, masing-masing pihak terkait telah memahami hak dan kewajiban masing-masing.

Asuransi jiwa digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan perlindungan jiwa seseorang dalam suatu kondisi tertentu. Jika kondisi tersebut ternyata berubah, bukan berarti bahwa Anda membatalkan polis asuransi jiwa yang telah Anda beli, sebaliknya Anda diperkenankan melakukan perubahan sesuai dengan kondisi maupun syarat yang terdapat dalam suatu polis asuransi. Oleh karena itu, Anda harus mempelajari dan mengerti isi polis asuransi tersebut.

Salah satu hal paling krusial saat membuka atau membeli sebuah polis asuransi adalah menentukan siapa saja yang akan menerima waris polis asuransi yang Anda beli (beneficiary). Penerima waris atau santunan kematian dapat satu orang atau lebih yang telah ditentukan oleh pewaris (pemilik polis).

Ingatlah selalu untuk tidak mencantumkan nama anak di bawah umur berdampingan dengan pasangan Anda untuk menjadi penerima waris. Anak di bawah umur di manapun di belahan dunia ini, tak diperkenankan menerima uang tunai maupun warisan dan harus diwakilkan penerimaannya oleh wali. Jadi percuma bagi Anda jika membeli asuransi dan menempatkan nama anak dibawah umur (dengan pertimbangan belum cakap hukum) sebagai ahli waris sementara pasangan tidak dipilih sebagai penerima waris, maka jika risiko meninggal terjadi niscaya anak tersebut tak dapat mewaris, atau diberikan kepada pasangan.

Adalah lebih dianjurkan apabila penerima waris telah diatur di dalam surat wasiat. Anda sebaiknya berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarga ataupun orang-orang terdekat mengenai Penerima Waris, sebab hal ini sangat penting. Penerima Waris akan menerima uang pertanggungan dalam jumlah seperti tercantum dalam dengan surat perjanjian. Saat Anda membeli polis asuransi, perusahaan asuransi berjanji hendak membayarkan sejumlah dana (uang pertanggungan) kepada ahli waris, jika terjadi risiko kematian, sedang di pihak Anda wajib membayar secara berkala premi yang disyaratkan oleh perusahaan asuransi tersebut.

Demikian sedikit tips memilih ahli waris sebelum Anda memutuskan bergabung dalam suatu layanan asuransi jiwa. Semoga artikel ini member sedikit wawasan tentang bagaimana Anda harus berhati-hati dalam menentukan ahli waris supaya polis asuransi Anda tidak sia-sia dan benar-benar bermanfaat bagi keluarga Anda suatu saat nanti.