Mempersiapkan Kelahiran Anak dengan Tenang

By on 21 November 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.770 kali
Ilustrasi Asuransi Kehamilan

Asuransi – Jika Anda tinggal di kota besar seperti Jakarta, kelahiran normal di bidan membutuhkan dana sekitar Rp 2-3 juta. Jumlah ini menjadi nilai minimal yang harus disiapkan. Tapi bagaimana jika kehamilan sedikit bermasalah dan terpaksa harus melalui tindakan operasi?  Mau tak mau, harus menyiapkan biaya ekstra. Kisaran biayanya, mulai dari Rp. 5 juta hingga Rp. 30 juta.

Jika asuransi di tempat perusahaan suami bekerja mau menanggung biaya bersalin, Anda bisa bernafas lega. Tapi, kan,  setiap perusahaan memiliki peraturan yang berbeda-beda. Ada juga yang tidak menanggungnya. Maka, Anda dan pasangan yang harus menyiapkan sendiri. Meskipun Anda mengharapkan bisa melahirkan normal, idealnya, Anda juga menyiapkan dana jika seandainya terjadi suatu hal sehingga terpaksa dilakukan operasi Caesar.

Terkait dengan persiapan dana itu, menabung adalah solusi. Setidaknya, Anda harus memasang target, menabung uang dengan jumlah sekian sejak awal kehamilan sampai dengan perkiraan hari kelahiran. Selain menabung, Anda juga bisa membeli produk asuransi kehamilan untuk mengcover dana persalinan.

Financial Planner, Hani Calista mengatakan, memang asuransi kesehatan umum jarang menempatkan kehamilan dan kelahiran sebagai tanggungan. Tapi  sekarang ada BPJS Kesehatan yang menanggung biaya persalinan normal dan caesar. Ini kesempatan yang baik untuk keluarga menengah, karena meringankan biaya persalinan.

Dyah Miryanti, Kanit MPKR BPJS Kesehatan KCU Surabaya, pun mengamini. Dijelaskan Dyah, untuk bisa mendapatkan cover persalinan secara keseluruhan, ibu hamil peserta BPJS Kesehatan harus mengikuti alur. Pertama, ibu mengecek kondisi kehamilan di fasiltas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas. Jika kondis kehamilan normal, maka ibu hamil bisa melahirkan di sana. Namun jika kehamilan berisiko tinggi, ibu hamil baru akan dirujuk ke Rumah Sakit.

Namun yang harus diingat, jika bayi telah lahir dan ternyata membutuhkan perawatan kesehatan lanjutan, misal perawatan inkubator, maka biaya tersebut diluar pertanggungan BPJS. Kecuali jika bayi tersebut sudah didaftarkan BPJS Kesehatan dan telah memiliki kartu kepesertaan. “Ya, bayi juga harus memiliki kartu sendiri agar bisa mendapatkan fasilitas kesehatan gratis,” katanya.

Untuk itu, orangtua, bisa mendaftarkan bayi ke dinas kependudukan untuk mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Lalu mendaftarkan ke BPJS Kesehatan untuk mendapatkan kartu kepesertaan. “Tapi, kartu baru bisa digunakan 7 hari setelah setelah pendaftaran,” tegas Dyah.

Bagaimana dengan asuransi komersial? Adakah yang menanggung biaya persalinan? Menurut Hani,  asuransi komersial tidak memberikan pertanggungan biaya persalinan, namun lebih ke menyediakan produk kehamilan. “Biasanya, produk kehamilan yang disediakan asuransi komersial hanya mengcover risiko yang terjadi sebelum dan setelah persalinan pada bayi maupun ibu,” jelas planner lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Siapkan Biaya Persalinan Sejak Menikah
Sebenarnya kehamilan seharusnya direncanakan dari sebelum menikah. Jika semua sudah terencana maka akan jauh lebih baik. Seperti kapan akan memiliki anak setelah menikah, berapa uang yang bisa ditabung untuk persalinan, berapa lama bisa mengumpulkan tabungan dan seterusnya.

Anda dan pasangan harus membuat plan, kapan akan memiliki anak sebelum resmi menjadi pasangan suami isteri. Dan tentu saja buka-bukaan soal gaji. Terkadang banyak kasus terjadi, pasangan yang baru menikah hanya memikirkan ingin cepat-cepat memiliki momongan saja. Mereka pun berpikir positif bahwa kelahiran akan normal dan mengesampingkan jika terjadi indikasi kehamilan yang berisiko dan persalinan yang tidak lancar.

Untuk itu, idealnya Anda dan pasangan mengecek dahulu biaya melahirkan sejak dini. Tidak hanya biaya bidan saja tapi biaya jika sampai harus melahirkan di rumah sakit, besaran operasi caesarhingga tindakan lainnya, seperti biaya perawatan inkubator, jika bayi kuning.

Setelah ketemu besaran biayanya, baru mulai menabung dengan berpatokan pada perkiraan biaya tertinggi. Misalnya,  jika melahirkan di bidan cukup dengan Rp 1 jutaan. Tapi jika melahirkan dengan melalui caesar biayanya sekitar Rp 20 jutaan. Targetkan tabungan diangka 20-30 juta.

Jika target tak terpenuhi
Inilah gunanaya memliki dana darurat karena bisa Anda gunakan untuk membiayai persalinan. Tapi setelah itu Anda memiliki kewajiban untuk kembali menabung untuk dana darurat. “Menabung kehamilan setidaknya rutin dan menjadi prioritas jika memang ingin segera memiliki momongan apalagi jika isteri telah hamil. Misalnya saja, uang THR yang didapat bisa dipioritaskan untuk menabung persalinan daripada dihabiskan seluruhnya untuk mudik,” ujar Hani.

Pemilihan rumah sakit, kelas dan sebagainya juga disesuaikan dengan kemampuan finansial. Jika di rasa menabung persalinan terlalu berat bagi Anda karena penghasilan yang pas-pasan (tidak lagi bisa disiasati) maka pembelian asuransi untuk biaya melahirkan seperti BPJS Kesehatan adalah solusi yang baik.

“Tapi pasangan pasutri juga sebaiknya tetap menabung jika terhadi sesuatu hal walaupun sudah bergabung dengan  BPJS Kesehatan. Dan pelajari syarat dan ketentuan BPJS.  Apa saja yang dicover dan tidak. Sehingga bisa menyiapkan dana untuk menombok kelebihan yang tidak dicover jika hal itu terjadi,” saran Hani.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: dompetpintar.com