Memperlambat Gaya Marketing Yang Menggebu Demi Keberhasilan Negosiasi Properti

By on 27 Oktober 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.437 kali
Makelar Properti

Investasi Properti – Mengapa Anda kadang-kadang harus memperlambat gaya marketing Anda yang menggebu ketika melakukan negosiasi penawaran properti? Ini semua tentang kekuatan waktu investasi. Akan kami jelaskan dengan sebuah cerita.

Salah satu pengalaman yang kurang menyenangkan ketika kami menjual properti adalah ketika kami menjual rumah untuk seorang pria yang berpenghidupan layak, dan calon pembeli adalah seorang pengacara. Kami terhitung masih relatif baru dalam memasarkan properti kala itu, dan pengacara ini tahu semua hal mengenai properti. Tanpa masuk ke semua trik kotor yang ia gunakan, saya hanya akan mengatakan bahwa pembeli memiliki semua aspek yang akan melibatkan amarah, frustrasi dan rasa  lelah.

Sebagai pukulan terakhir, ia sewenang-wenang memutuskan bahwa ia ingin harga diturunkan hingga Rp. 50.000.000,00. Nah inilah rasanya negosiasi keras. Penjual sudah hampir siap untuk membuang seluruh kesepakatan, namun ia telah mencoba untuk menjual rumah selama dua tahun, dan kami telah bekerja dengan pembeli ini selama berbulan-bulan. Tak satu pun dari agen atau broker yang terlibat ingin melihat semua usaha mereka menguap begitu saja.  Begitu saja kok bisa menguap lho!?

Ada tiga agen di bawah dua pialang yang terlibat dalam penjualan. Kami semua setuju bahwa menuntut pembeli itu  adalah tindakan yanh tidak layak. Sebaliknya, kami menyerah. Penjual sudah cukup menelan  segala trik pembeli, sehingga masing-masing dari lima pihak  lain untuk penjualan (3 agen, 2 pialang) sepakat untuk masing-masing kehilangan Rp. 10.000.000,00 dari komisi, hanya untuk menutup  kesepakatan.

Ini adalah contoh ekstrim menggunakan “waktu investasi” untuk keuntungan Anda. Setelah menginvestasikan begitu banyak waktu, tak satu pun dari kami ingin kehilangan segalanya. Pengacara itu tahu, dan menggunakannya. Dalam hal ini, tidak ada dalam kontrak yang memungkinkan dia untuk menegosiasikan harga, sehingga tidak etis dalam pikiran kami. Namun, ternyata hal tersebut efektif.

Negosiasi Penawaran Properti – Etis
Dalam kasus lain, adalah baik melakukan negosiasi. Jika Anda ingin mendapatkan harga terbaik untuk mobil, apakah Anda pikir Anda akan mendapatkannya setelah menghabiskan dua menit dengan seorang salesman? Biarkan dia berinvestasi dua jam menunjukkan Anda mobil yang Anda minati, dan dia akan mengemis pada manajernya untuk melepaskan mobil tersebut dengan harga yang telah Anda tawar. Hal yang sama berlaku dengan negosiasi properti.

Ingatkan penjual tentang waktu, untuk membiarkan dia ingat saat dia sudah menginvestasikan waktunya. Untuk melakukan hal ini dengan sopan, mengatakan sesuatu seperti “Dengar, kami tak ingin kehilangan waktu yang  dihabiskan hanya untuk ini dan mulai dari awal lagi.  Jadi mengapa tidak melakukannya ?” Selanjutnya Anda mungkin dapat menawarkan beberapa konsesi kecil.
Dia mungkin akan merasa diperingatkan secara halus bahwa dia bisa kehilangan investasi waktu yang telah sepenuhnya dia alokasikan untuk ini. Kata-kata “mulai dari awal” bahkan mungkin membuatnya takut. Anda mengatur adegan, dan kemudian Anda menawarkan jalan keluar. Ini adalah cara non-ofensif juga jika dilakukan dengan benar. Anda mengatakan “Tak satu pun dari kita …” untuk membiarkan mereka tahu Anda berdua dalam situasi yang sama, dan itu bukan hanya Anda mengancam mereka.

Hal ini, tentu saja hanya satu dari banyak teknik untuk menegosiasikan penawaran properti. Luangkan waktu untuk mempelajari setidaknya sebagian di antaranya.

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.