Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 27 November 2015

By on 27 November 2015 | Artikel ini Sudah di baca 427 kali

Market Review Hari Ini – Pada perdagangan kemarin, pergerakan emas dikisaran $ 1069 – 1074. Secara keseluruhan, aspek fundamental emas lemah. Tidak hanya pada peluang kenaikan suku bunga AS pada pertengahan bulan depan, tapi juga ekspektasi stimulus tambahan dari European Central Bank (ECB) yang dapat menjatuhkan Euro dan sebaliknya mendongkrak Dollar AS. Emas dan Dollar AS berkorelasi negatif dengan kenaikan valuasi Dollar AS akan membuat daya pikat emas yang berrdenominasi Dollar AS menurun karena akan dianggap menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain. Kenaikan suku bunga AS juga akan menjadikan investor meilirik aset-aset terkait bunga seperti obligasi, sementara emas sendiri merupakan aset non-bunga. Dampak permintaan safe haven pada emas hanya berlaku sementara, meskipun ketegangan Turki-Rusia masih berlanjut. Kemarin Turki merilis rekaman peringatan kepada pesawat tempur Rusia yang ditembak. Ekspektasi kenaikan suku bunga di AS semakin meningkat pasca rilis data ekonomi AS pekan ini, dollar pun kokoh di level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Sebagai dampaknya, emas tertahan dekat level terendah enam tahun pada hari Kamis. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1064 dan test support selanjutnya $ 1055. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $ 1080.

Minyak melemah pada hari Kamis akibat memudarnya kecemasan akan terganggunya supply dari Timur Tengah, dan fokus kembali tertuju pada belimpahnya persediaan minyak global. Tekanan terhadap minyak juga datang dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan guna memenangkan pangsa pasar dari produsen non-OPEC. OPEC akan mengadakan pertemuan pada pekan depan, dan diperkirakan akan mempertahankan produksi 30 juta barel per hari meski harga minyak rendah. Persediaan berlebih di tengah lemahnya permintaan telah memangkas hampir setengah harga minyak sejak musim panas tahun lalu, setelah OPEC memutuskan untuk membiarkan kekuatan pasar yang menentukan harga. Sebuah strategi yang bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar sembari menekan produsen-produsen lainnya. Sentimen di pasar minyak juga terbebani oleh ekspektasi bahwa pertemuan OPEC pekan depan tidak akan menghasilkan keputusan baru, dan kartel minyak terbesar di dunia itu masih akan terus memompa produksi minyaknya di atas 30 juta barrel per hari. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 42.00 dan $ 41.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 43.70 dan resistance selanjutnya $ 44.20

Euro merosot ke dekat level terendah 7-bulan terhadap Dollar seiring keyakinan investor European Central Bank (ECB) akan kembali melonggarkan kebijakan moneternya pada bulan depan. Gap dalam yield antara obligasi pemerintah AS dan Jerman untuk tenor 2-tahun mencapai level paling lebar sejak bulan November 2006. Kondisi ini mencerminkan kesenjangan proyeksi kebijakan moneter Federal Reserve dengan ECB yang membuat Dollar AS menjadi lebih menarik bagi investor. Pada hari Kamis, 3 Desember pekan depan, pasar berspekulasi ECB akan meningkatkan program pembelian asetnya dan menurunkan tingkat suku bunga deposito. Tingkat suku bunga deposito, yang sudah negatif, diharapkan dapat membuat pelaku pasar lebih memilih menginvestasikan dananya dibandingkan hanya mendiamkannya dalam bank.

Aussie menjadi mata uang utama dengan performa paling buruk terhadap Dollar AS pada hari Kamis, setelah secara tidak terduga tingkat belanja modal Australia pada kuartal lalu menjadi penurunan paling besar dalam sejarah pencatatan. Spekulasi Reserve Bank of Australia (RBA) akan sekali lagi memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan pun mengemuka, tapi komentar gubernur RBA baru-baru ini membuat peluangnya kecil. Awal pekan ini, Gubernur RBA, Glenn Stevens, mengatakan pasar harus “santai” menanggapi prospek pemangkasan suku bunga lanjutan.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down  dilevel 22578. Bursa Saham AS menguat pada hari Kamis dengan volume perdagangan yang kecil di saat Wall Street libur Thanksgiving. Aktivitas perdagangan pasca Thanksgiving hari Jumat juga biasanya kurang dari setengah volume perdagangan hari normal. Rata-rata volume transaksi harian di bursa utama di hari normal sebanyak 7,8 milyar saham, dibandingkan dengan 3,4 milyar saham beberapa sehari setelah Thanksgiving dalam tujuh tahun terakhir. Indeks Dow Jones futures menguat 0,26% menjadi 17849,0, Nasdaq futures dan S&P 500 futures masing-masing naik 0,39% dan 0,35% menjadi 4695,50 dan 2095,25. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22100. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22900.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart GBPJPY time frame 30 menit  terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan kenaikan ke 186.000

Klik gambar untuk memperbesar

GBPJPY.mM30