Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 19 Oktober 2015

By on 19 Oktober 2015 | Artikel ini Sudah di baca 620 kali

Market Review Hari Ini – Dollar AS kembali rebound sehingga membuat emas kembali melemah pada hari jumat lalu. Emas membukukan pelemahan menjelang penutupan market Amerika dilevel $ 1174. Saat ini running sesi Asia market dilevel $ 1176. Keraguan akan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve di tahun ini membatasi penurunan dan membuat emas mencetak penguatan dua pekan beruntun. Sektor tenaga kerja dan data inflasi merupakan indikator ekonomi yang menjadi pertimbangan utama Federal Reserve terkait keputusan kebijakan moneter. Kondisi ekonomi yang kembali dalam jalur pemulihan membuat investor kembali menanamkan modalnya dalam perdagangan Dollar AS. Emas cenderung melemah ketika Dollar AS terapresiasi karena dinilai menjadi lebih mahal untuk dibeli bagi investor pemegang mata uang selain Dollar AS. Di sisi lain Sentimen investor terhadap emas juga meningkat. ETF berbasis emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, melaporkan peningkatan aset sebesar 5,1 ton menjadi 700 ton di hari Kamis minggu lalu, yang juga merupakan level tertinggi sejak pertengahan Juli. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas kembali bergerak di bawah level $ 1170 dan test support selanjutnya $ 1160. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya test resistance $ 1191 dan test psikologis price $ 1200.

Minyak kembali menguat setelah Baker Hughes pada jumat lalu melaporkan jumlah rig yang beroperasi di AS turun dalam tujuh pekan beruntun. Jumlah rig yang beroperasi di AS dilaporkan turun sebanyak 10 menjadi 595 dalam sepekan yang berakhir 16 Oktober. Pada periode yang sama tahun lalu,  rig yang beroperasi sebanyak 1.590. Penurunan rig dalam tujuh pekan menjadi yang terpanjang sejak bulan Juni. Dalam enam pekan sebelumnya, jumlah rig yang beroperasi berkurang sebanyak 70.Namun dalam sepekan, harga minyak melemah sekitar 4,8% akibat kenaikan jumlah persediaan minyak mentah AS dalam jumlah besar seperti yang dilaporkan oleh API dan EIA. Saat ini running minyak sesi asia dikisaran $ 47.50. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 47.00 dan $ 46.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 48.30 dan $ 49.00.

Aussie bergerak melemah di awal sesi perdagangan Asia pagi ini, dibuka dilvel 0.72630 dan perlahan melemah ke level 0.72420, seiring investor menunggu data pertumbuhan ekonomi terbaru dari China yang akan dirilis pagi ini. data yang akan dirilis diantaranya adalah data investasi aset tetap yang diperkirakan akan tumbuh sebesar 10.8% untuk tingkat tahunan di bulan September, level tersebut sedikit lebih rendah dari data periode sebelumnya untuk pertumbuhan 10.9%, sementara itu untuk data produk domestik bruto China di kuartal ketiga, terlihat akan tumbuh 1.7% pada tingkat kuartalan dan tumbuh 6.8% untuk tingkat tahunan. Data-data tersebut akan dipantau dengan ketat di tengah ketakutan investor karena perlambatan ekonomi global yang dipimpin oleh China dapat mendorong the Fed untuk menunda kenaikan suku bunga untuk waktu yang lebih lama. RBA Minutes diadakan besok selasa, 20 Oktober. Beberapa analis memperkirakan RBA akan memotong suku bunganya pada bulan November.

Dollar menjauh dari level rendah 7-pekan pada hari Jumat, pasca data inflasi AS yang lebih baik dari ekspektasi membuat peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini masih terbuka, dan seiring menguatnya ekspektasi pelonggaran tambahan di zona euro. Laju inflasi tahunan di zona euro beranjang negatif di bulan September, dikonfirmasi oleh data hari Jumat, mempertahankan tekanan pada European Central Bank untuk menambah atau memperpanjang program pembelian aset miliknya guna mendorong laju inflasi.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 23037, pagi ini akan dirilis data China berupa GDP dan beberapa data lain. Indeks Saham Hangseng akan bergejolak ketika data tersebut dirilis. Bursa saham AS berjangka pada Jumat lalu, membukukan penguatan untuk 3 minggu berturut-turut seiring serangkaian laporan laba Q3 direspon positif oleh para Investor. Indeks saham gabungan Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq composite menunjukkan penguatan mingguan terpanjang sejak bulan February Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22800. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 23200.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDJPY time frame 30 menit  terlihat Formasi Flag,  Kemungkinan penurunan ke 119.00

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mM30

 

Pada Chart XAUUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 1170.00

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mM30