Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 18 November 2015

By on 18 November 2015 | Artikel ini Sudah di baca 532 kali

Market Review Hari Ini – Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi naik 0,2% di bulan Oktober dari bulan September, seusai dengan ekspektasi analis yang disurvei Reuters. Inflasi inti, yang tidak memasukkan sektor makan dan energi juga naik 0,2% dan seusai ekspektasi. Naiknya inflasi AS untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir membuat emas semakin tertekan, semalam emas menyentuh harga rendah $ 1065 dan merupakan level terendah di tahun ini. Data inflasi Amerika menjadi perhatian karena merupakan salah satu acuan bagi Federal Reserve untuk menaikan suku bunga. Namun masih belum diketahui apakah naiknya inflasi di bulan Oktober akan cukup menyakinkan The Fed untuk menaikkan suku bunga di akhir tahun ini. Analis dari Ava Trade mengatakan bahwa jika inflasi mulai naik, the Fed akan merasa lebih stabil dengan pendekatan kenaikan suku bunga di masa depan. Kenaikan suku bunga AS masih menjadi pemicu utama untuk pergerakan harga emas saat ini. The Fed akan menggelar rapat moneter pada pertengahan bulan depan. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1060 dan test support selanjutnya $ 1050. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $1082.

Kecemasan atas masih berlimpahnya suplai minyak dapat memberikan tekanan pada harga minyak mentah. Spekulan tengah mempersiapkan diri pada pelemahan lanjutan harga minyak mentah. Kondisi ini disebabkan tingkat produksi yang jauh lebih tinggi dari tingkat permintaan. Reuters memberitakan, mayoritas mengestimasi untuk tahun 2015, tingkat produksi lebih tinggi sekitar 0,7-2,5 juta barel per hari dibandingkan tingkat permintaan. Analis di New York Liquidity Energy mengatakan bahwa reli kemarin adalah sebuah reaksi yang kemungkinan meningkatnya resiko geopolitik meskipun faktanya Suriah sendiri bukan produsen besar. Namun, ketika penekanan kembali ke kondisi kelebihan suplai minyak, pasar berikan kembali keuntungan mereka. Sementara itu tadi pagi data dari American Petroleum Institute ( API) merilis laporannya bahwa persediaan minyak mentah di Amerika mengalami penurunan 482.000 barel.sedangkan data dari EIA ( Energy Information Administration ) akan dirilis nanti malam jam 22.30 wib. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 40.00 dan $ 39.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 42.50 dan $ 43.00

Dollar AS berupaya rebound dekati level tertinggi 7-bulan terhadap Euro di hari Selasa, sementara Poundsterling masih tertopang oleh laporan inflasi inti yang naik melampaui estimasi. Para pelaku pasar masih khawatir pada laporan inflasi harga konsumen AS yang cenderung lemah, data inflasi bulan Oktober dan core CPI masing-masing naik 0.2% sejalan dengan ekspektasi. Sepanjang 12 bulan terakhir, inflasi CPI hanya tumbuh 0.2%, dengan core CPI naik 1.9% mengindikasikan tekanan inflasi masih terjaga.

Pulihnya risk appetite pelaku pasar pasca tragedi Paris serta naiknya inflasi AS berpeluang melemahkan yen lebih lanjut. Naiknya inflasi AS secara moderat dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan. Sementara itu, 44% responden yang disurvei Bloomberg pada periode 13 – 17 November menyebut Bank of Japan masih akan mempertahankan kebijakan moneter di akhir rapat pada hari Kamis. Persentase tersebut naik dari 33% di bulan lalu. Hasil tersebut berbanding terbalik dengan bulan Okotober yang menunjukkan 44% ekonom yakin BoJ akan menambah stimulus monter pada rapat yang beakhir 30 Oktober. Meski demikian, perubahan proyeksi analis tersebut belum merubah keyakinan jika target inflasi BoJ sebesar 2% akan tercapai pada bulan Maret 2017.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 22316. Bursa saham AS ditutup mixed pada perdagangan kemarin, karena beberapa laporan earnings yang menggembirakan imbangi tekanan dari penurunan harga minyak dan masih adanya kecemasan terhadap kondisi geopolitik. Indeks saham utama berjuang untuk bertahan di level tinggi, namun mereka pada akhirnya menyerahkan penguatan harian yang sempat membawa indeks S&P 500 ke wilayah positif untuk tahun ini dan mendorong indeks Dow Jones naik lebih dari 100 poin. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir dengan naik 6.49 poin atau di bawah 0.1%, di 17,489.50, sementara itu indeks S&P 500 ditutup turun 2.75 poin, atau 0.1% di 2,050.44. Indeks Nasdaq Comsposite berakhit dengan sedikit berubah di 4,986. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22200. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22650.

NEWS

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDCAD time frame 60 menit  terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 1.33400

Klik gambar untuk memperbesar

USDCAD.mH1

 

Pada Chart EURJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle ,  Kemungkinan penurunan ke 130.850

Klik gambar untuk memperbesar

EURJPY.mH1