Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 14 Desember 2015

By on 14 Desember 2015 | Artikel ini Sudah di baca 461 kali
gold-for-oil

Market Review Hari Ini – Harga emas pulih dari pelemahan level rendah sepekan setelah Dollar melemah terhadap Euro dan Yen. Beberapa trader menilai ketika ada aksi jual dalam aset berisiko, seperti minyak dan saham, Euro cenderung menguat. Fluktuasi dalam pasar mata uang dan komoditas ini juga terjadi seiring kegelisahan pasar mendekati pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pekan ini. Bank sentral AS diperkirakan akan menaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir sedekade pada pertemuan kebijakan selanjutnya di tanggal 15 -16 Desember. Peluang besar bank sentral AS akan menaikkan Federal Funds Rate untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade sehingga menurut pasar outlook untuk emas tetap bearish. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1064 dan support berikutnya $ 1055. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1082 dan resistance berikutnya $ 1089.

Masih melimpahnya stok minyak mentah global membut harga minyak terus menderita pelemahan hingga mendekati level rendah tahun 2009. Melonjaknya output Irak  berkontribusi terhadap sebagian besar minyak global yang melimpah, dengan produksi naik hampir dua kali lipat dari sedekade terakhir dikisaran 4.3 juta barel per hari, lebih dari cukup untuk memenuhi semua permintaan di India. Analis dari ANZ mengatakan bahwa kecemasan atas kelebihan suplai lebih lanjut telah tumbuh secara intensif setalah data          OPEC menunjukkan produksi dari kelompok tersebut naik 230.000 per hark menjadi 31.7 juta barel perhari. Menjelang penutupan sesi Amerika pada perdagangan jumat malam, harga minyak menyentuh level rendah $ 35.16. Penurunan ini terjadi setelah International Energy Agency (IEA) pada hari Jumat (11/12)memperingatkan banjirsuplai minyak mentah global akan terus menekan harga pada tahun depan. Sementara itu berdasarkan data mingguan Baker Hughes yang terbaru, perusahaan energi di AS menonaktifkan 21 rig minyak pada pekan yang berakhir tanggal 11 Desember, penurunan jumlah rig selama 14 pekan dari 15 pekan terakhir.  Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 34.00 dan support berikutnya $ 33.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 36.50 dan resistance selanjutnya 37.00

Dollar AS anjlok terhadap mata uang utama pada hari Jumat di tengah maraknya aksi jual yang dipicu oleh kekhawatiran volatilitas pasar dan kemerosotan harga komoditas, yang meredam dampak data penjualan ritel AS yang solid. Greenback sempat beranjak lebih tinggi di awal sesi dan mendapat dorongan tambahan dari data penjualan ritel AS yang mengindikasikan penguatan belanja konsumen. Namun sentimen berbalik negatif dengan cepat seiring data terlihat kurang mendukung potensi pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS pada bulan Desember. Sementara volatilitas pasar global, pelemahan harga komoditas, dan devaluasi Yuan China lebih lanjut telah menambah kekhawatiran tentang perlambatan global. Yang mendorong investor beralih dari Dollar ke mata uang safe haven seperti Yen Jepang dan Franc Swiss.

Sterling menyentuh level tinggi 3-pekan terhadap dollar pada hari Juamt, pulih dari penurunan pada sesi sebelumnya akibat minutes Bank of England yang lebih dovish dari ekspektasi. Pound terkena aksi jual pada hari Kamis pasca Bank of England memperingatkan lebih banyak hambatan terhadap pertumbuan tahun depan, menguatkan pandangan bahwa tingkat suku bugna Inggris akan bertahan di rekor rendah setidaknya hingga akhir tahun depan.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 21012.  Bursa saham AS menutup pekan yang volatile dengan penurunan tajam pada hari Jumat, seiring harga minyak anjlok ke dekat level rendah 7-tahun dan berita merger korporat menjelang keputusan suku bunga the Fed yang sangat diantisipasi pekan depan. Berita pelarangan penarikan uang dari junk bond senilai 800 juta dollar juga turut mencemaskan pasar. Dow Jones ditutup turun sekitar 310 poin, Nasdaq ditutup melemah 2.2% dan di bawah level psikologis 5,000. S&P 500 melemah sekitar 1.9% setelah sempat anjlok sebanyak 2% seiring saham sektor energi anjlok lebih dari 3% untuk memimpin pelemahan diantara sektor lainnya. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 20800. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21300.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CHFJPY time frame 15 menit  terlihat Formasi Descending Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 122.400

Klik gambar untuk memperbesar

CHFJPYM15