Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 12 November 2015

By on 12 November 2015 | Artikel ini Sudah di baca 542 kali

Market Review Hari Ini – Chairwomen Federal Reserve, Janet Yellen, yang dijadwalkan berbicara pada hari ini jam 21.30 wib kemungkinan akan menentukan arah pergerakan emas di pekan ini. Janet Yellen sebelumnya menyatakan keinginan menaikkan suku bunga di bulan Desember, namun masih menanti data-data ekonomi AS. Data tenaga kerja AS yang lebih tinggi dari ekspektasi menunjang keinginan Yellen tersebut, dan emas pun merosot ke level terendah tiga bulan. Pasca rilis data tenaga kerja AS, ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan Desember meningkat menjadi 70%, dari sebelumnya 60%. Emas gagal memanfaatkan pelemahan Dollar AS dan melanjutkan penurunan menuju level terendah sejak Juli pada perdagangan kemarin, di tengah harapan kenaikan suku bunga AS bulan depan. Fokus investor emas akan menantikan data penjualan ritel, harga produsen dan sentimen konsumen AS pada hari Jumat untuk mencari indikasi lebih lanjut tentang apakah FOMC akan menyetujui kenaikan suku bunga 25 basis poin dalam pertemuan 15-16 Desember mendatang. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1077 dan test support selanjutnya $ 1070. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $1100.

EIA akan merilis laporannnya mengenani stok minyak mentah di Amerika nanti malam jam 23.00 wib sedangkan laporan sebelumnya dari American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah di Amerika mengalami kenaikan 6.3 juta barel, stok bensin turun 3.2 juta barel. Pidato Janet Yellen nanti malam juga akan mempengaruhi pergerakan Dollar AS yang akan berimbas pada pergerakan harga minyak. Stok minyak global masih berlimpah, setiap kenaikan besar dalam stok minyak berpotensi menambah tekanan bearish pada harga, di tengah berlanjutnya kecemasan tentang banjir pasokan di pasar energy. Di samping itu, kekhawatiran bahwa produsen minyak raksasa seperti Arab dan Rusia yang terus mempertahankan output di sekitar rekor tertinggi juga turut membebani sentimen pasar. Selain faktor persediaan, koreksi harga minyak juga disebabkan oleh kelesuan di sektor industri China. Sebagai salah satu konsumen energi terbesar sejagad, penurunan aktivitas pabrik-pabrik di Tiongkok sama artinya dengan penurunan volume permintaan crude oil. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 42.50 dan $ 42.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 44.00 dan $ 44.70

Rally dollar terhenti setelah menguat tajam pada pekan lalu, namun kemungkinan akan kembali, melihat data dari Commodity Futures Trading Commission yang menunjukkan hedge fund dan spekulator menaikkan posisi bullish dollar dalam sepekan yang berakhir Selasa menjadi $27,7 milyar dari $13,1 milyar dua pekan sebelumnya. Investor saat ini menanti beberapa pejabat Federal Reserve yang dijadwalkan berbicara pada hari ini, termasuk Chairwomen Janet Yellen nanti jam 21.30 wib. Sebelumnya Yellen mengindikasi kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Desember, dan kemudian di dukung oleh data tenaga kerja AS.

Aussie langsung melambung usai data tenaga kerja bulan Oktober yang dilaporkan jauh lebih baik dari ekspektasi yang rilis pagi ini. Investor kini berspekulasi laporan tenaga kerja yang memuaskan ini dapat meyakinkan Reserve Bank of Australia untuk tidak memangkas tingkat suku bunga yang sudah berada di rekor terendah, setidaknya untuk jangka pendek. Aussie pada perdagangan sesi Asia pagi ini melambung hingga level 0.71490.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 22310. Bursa saham AS ditutup melemah pada hari Rabu, terseret oleh penurunan harga minyak dan laporan earnings Macy’s yang mengecewakan. Sektor energi mencatat kinerja terburuk, dengan turun 1.9%. Saham sektor perawatan kesehatan menjadi yang kedua terburuk, dibuntuti oleh sektor kebutuhan konsumen yang turun setengah persen. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 55.99 poin, atau 0.32%, di 17,702.22. Indeks saham S&P 500 ditutup turun 6.72 poin, atau 0.32%, di 2,075.00. Indeks Nasdaq ditutup turun 16.22 poin, atau 0.32%, di 5,067.02. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22200. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22700.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURUSD time frame 30 menit  terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 1.07950

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSD.mM30

 

Pada Chart USDCHF time frame 30 menit, terlihat Formasi Descending Triangle ,  Kemungkinan penurunan ke 1.00100

Klik gambar untuk memperbesar

USDCHF.mM30

 

Pada Chart USDCAD time frame 240 menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 1.31600

Klik gambar untuk memperbesar

USDCAD.mH4