Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 10 Desember 2015

By on 10 Desember 2015 | Artikel ini Sudah di baca 497 kali

Market Review Hari Ini – Dollar AS kembali turun tajam sebagai dampak aksi investor yang mengurangi posisi belinya dalam perdagangan Greenback terhadap Yen, Sterling, dan Euro dalam perdagangan yang tipis. Emas sempat naik ke level $ 1085 dengan memanfaatkan melemahnya dollar AS. Namun investor yang waspada dan tetap fokus pada peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pekan depan menekan pasar emas untuk menyerahkan keuntungan hariannya. Kenaikan suku bunga merupakan sentimen negatif untuk emas yang harganya akan menjadi kurang kompetitif dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil berupa bunga. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1066 dan support berikutnya $ 1058. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1089 dan resistance berikutnya $ 1092

Laporan Energy Information Administration menunjukkan persediaan minyak mentah AS menyusut sebanyak 3,6 juta barrel dalam pekan yang berakhir 4 Desember, jauh lebih besar dibandingkan estimasi penurunan 1,2 juta barrel. Sebelumnya laporan dari American Petroleum Institute (API) penurunan 1,9 juta barrel. EIA juga melaporkan kenaikan pasokan bensin sebesar 800.000 barrel, sementara stok minyak distilasi melonjak 5 juta barrel pada pekan lalu dan suplai produk penyulingan dilaporkan naik 5 juta barel, dua kali lipat estimasi. Harga minyak sempat naik setelah EIA memberikan laporannya namun kemudain harga minyak kembali melemah seiring laporan bensin yang naik dan suplai produk penyulingan juga naik. Harga minyak pagi ini bergerak stabil dilevel $ 37.40an dan masih mendekati level rendah sejak 2009. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 36.60 dan support berikutnya $ 36.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 38.50 dan resistance selanjutnya 39.00

Biro Statistik Australia melaporkan sepanjang bulan November ekonomi Australia menambah 71.400 tenaga kerja, setelah menambah 58.600 di bulan Oktober. Penambahan tersebut terbilang mengejutkan setelah para ekonom memperkirakan peengurangan 10.000 tenaga kerja du bulan November. Tenaga kerja full-timebertambah sebanyak 41.600, dan tenaga kerja part-time sebanyak 29.700. Tidak hanya itu, tingkat pengangguran juga turun menjadi 5,8%, dari sebelumnya 5,9%, sementara para ekonom memperkirakan kenaikan menjadi 6,0%. Sementara partisipasi kerja naik menjadi 65,3% dari sebelumnya 65%. Aussie langsung melejit ke level 0.73343 setelah kedua data tresebut dirilis. Data tersebut sejalan dengan proyeksi Reserve Bank of Australia yang menyebut sektor tenaga kerja Australia mulai membaik.

Mata uang Euro juga naik di hari perdagangan kemarin mendekati level tertinggi 1-bulan yang sempat diraih pekan lalu seiring kejutan keputusan kebijakan moneter ECB, secara terpisah terhentinya kejatuhan brutal harga minyak menyebabkan kestabilan mata uang berbasis komoditas. Apalagi otoritas China menurunkan nilai patok on shore Yuan, sehingga menambah optimisme para pelaku pasar bahwa Beijing akan menurunkan nilai tukar beberapa point lebih lanjut di tahun mendatang sebagai upaya mendongkrak pertumbuhan. Gubernur Bank Sentral Austria sekaligus pejabat ECB Ewald Nowotny menyatakan ekspektasi market pada keputusan ECB minggu lalu terlalu berlebihan. Sedangkan Poundsterling kokoh diatas level psikologis 1.5000 hari Rabu, menguat untuk kali pertama dalam 4 sesi perdagangan terakhir, menjelang rapat kebijakan moneter bank sentral. Anggota dewan MPC BoE akan memulai rapat moneter di hari Rabu, dimana diperkirakan tidak ada perubahan suku bunga, namun terdapat ekspektasi minutes yang dirilis pada hari Kamis sedikit lebih hawkish dibanding retorika bank sentral sebelumnya. Bagaimanapun penguatan Poundsterling masih menghadapi berbagai hambatan, terindikasi dari pasar options dan proyeksi bearish dari sektor perbankan yang memperkirakan performa sterling akan mengalami hambatan di tahun depan ketika perdebatan Inggris akan tetap bertahan di Uni Eropa atau tidak.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 21655. Bursa saham ASberbalik turun dan ditutup di area negatif pada hari Rabu, setelah sempat menguat sebelumnya berkat berita potensi merger, seiring investor kembali fokus pada penurunan harga minyak. Bursa saham AS terkoreksi dari level tinggi sesi untuk diperdagangkan melemah tajam pada sesi perdagangan tengah hari seiring harga minyak kembali anjlok dan saham sektor teknologi melemah. Dow Jones ditutup turun sekitar 75 poin setelah sempat anjlok sebanyak 150 poin menyusul kenaikan hampir 200 poin. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21500. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21900.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDJPY time frame 30 menit  terlihat Formasi Channel Down,  Kemungkinan kenaikan ke 89.700

Klik gambar untuk memperbesar

AUDJPY.mM30

 

Pada Chart XAUUSD time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan  penurunan ke 1060.00

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mH1