Kiat Mengatur Keuangan Jelang Kenaikan BBM

By on 13 November 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.611 kali
BBM Naik

Perencanaan Keuangan – Leo Akbar, perencana keuangan dari Mega Asset Management mengatakan, berapapun kenaikan harga BBM, hal itu pasti akan menjadi pukulan yang lumayan berat bagi masyarakat. Apalagi, naiknya harga BBM pasti akan memberikan efek domino. Bukan hanya biaya transportasi yang meningkat, tetapi juga harga barang-barang konsumsi pasti akan naik cukup signifikan. Mau tak mau, pengeluaran rumah tangga akan ikut terkerek naik juga.

Memang, belum ada kepastian dari pemerintah kapan rencana akan menaikkan harga BBM. Menurut Leo, daripada menunggu dengan cemas, Anda sebaiknya melakukan persiapan sesegera mungkin untuk menghadapinya. Salah satunya adalah dengan membuat list dan menentukan pos pengeluaran mana saja yang sekiranya bisa dikurangi.

Nah, salah satu pos pengeluaran yang menurut Leo bisa mulai dikurangi dari sekarang adalah telekomunikasi. Saat ini, sudah umum satu orang memiliki dua handphone, dan itu berarti pengeluaran di pos ini berlipat. Alih-alih mengoperasikan dua nomor sekaligus, saran Leo lebih baik satu saja sehingga dananya bisa dialokasikan untuk menutup pengeluaran lainnya.

Selain pos telekomuniksi, pos operasional juga mungkin dikoreksi.  “Kalau biasanya membawa kendaraan pribadi bisa turun sedikit dengan naik angkutan massa seperti Trans Jakarta kalau di Jakarta,” katanya.

Nah,yang juga tidak kalah penting adalah melakukan perubahan gaya hidup. Tidak dimungkiri, di antara pos pengeluaran lainnya, biaya entertaiment merupakan pengeluaran yang terbesar. Maklum, buat orang-orang yang hidup di kota besar, Anda mungkin di antaranya, sangat butuh sekali hiburan karena tingkat stress yang cukup tinggi.

Memenuhi kebutuhan hiburan yang paling mudah adalah dengan pergi ke mal. Tidak selalu untuk belanja, bisa juga sekadar makan atau ngopi-ngopi santai . Tapi, biaya makan dan ngopi itu,jika dihitung-hitung cukup besar juga.  “Saya pernah memiliki klien dengan jumlah anggota keluarga 5 orang, biasanya mereka mengisi liburan weekend dengan jalan-jalan ke mal  satu kali dalam seminggu dengan pengeluaran minimal Rp 100 ribu,” jelasnya.

Jika pengeluaran rutin perminggu Rp 100 ribu X 5 orang  X 4 minggu  hasilnya pengeluaran untuk ngemal saja sudah  Rp 2 juta. “Itu hanyauntuk  makan di food court saja. Bagaimana kalau dijumlahkan dengan biaya bensin dan parkir? Dan bagaimana kalau di tambah dengan nonton bareng bersama keluarga ? Tambah bengkak ya pengeluarannya,” katanya.

Maka, untuk masa-masa menghadapi kenaikan BBM, pos lifestyle ini harus mulai sedikit demi sedikit dikurangi. Ajak semua anggota keluarga untuk mengencangkan ikat pinggang sampai kondisi keuangan normal.

Penyesuaian Minimal Tiga Bulan
Kenaikan BBM memang akan terasa berat di awal karena masyarakat harus melakukan penyesuaian. Tapi, Leo mengatakan bahwa penyesuaian tersebut paling lama berlangsung sekitar tiga bulan. “Sebab, salah satu karakteristik orang Indonesia, cepat lupa,” ujar Leo sembari tersenyum.  Jadi, semisal pemerintah jadi menaikkan harga BBM November ini, maka paling cepat gejolak penyesuaian akan berlangsung sampai Februari.

Namun bukan hanya perkara karakter cepat lupa, Leo memprediksikan masyarakat akan segera menyesuaikan dengan perubahan karena umumnya di  bulan Desember – Januari mereka mendapat pendapatan tambahan, yaitu bonus tahunan dan kenaikan gaji. “Setiap pertambahan pendapatan pasti akan berdampak secara psikologis,” katanya.

Tujuan Jangka Panjang
Untuk jangka pendek,kenaikan harga BBM ini memang akan membuat gejolak, baik di masyarakat maupun semua sektor industri karena meningkatkan biaya. Perusahaan-perusahaan pun pasti akan mengatur kembali cash flow dan action plan bisnisnnya.

Akan tetapi untuk jangka panjang, menurut Leo, justru berdampak positif. Terutama bagi perbaikan negara. ”Pengalihan kebijakan subsidi ini, salah satunya, untuk sektor infrastruktur, perbaikan transportasi massal yang memang dibutuhkan sekali,” katanya.

Nah, salah satu  program perbaikan transportasi massal yang akan dicanangkan adalah pembangunan jalur kereta api. Jika program ini terwujud, distribusi pada industri akan semakin lebih baik. Waktu tempuh yang lebih cepat akan meringankan biaya sehingga harga dan kualitas dari barang yang dihasilkan dapat bersaing dengan barang import.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: dompetpintar.com