Kapan Menentukan Open Position dan Exit Order

By on 25 Juli 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.743 kali
Investasi Forex

Investasi Forex – Artikel ini mempresentasikan salah satu aspek yang paling penting dari perdagangan di bidang perdagangan umum dan Forex khususnya, yaitu pengelolaan order dan position. Di dalamnya termasuk menentukan entry point, membuat keputusan tentang exit point, stop-loss dan take-profit. Kami harap artikel ini akan membantu trader pemula, yang baru  mulai  berkecimpung dalam Forex, dan juga untuk trader berpengalaman yang berdagang secara teratur yang secara teratur pula memperoleh atau kehilangan uang mereka di pasar.

Ketika kami mulai perdagangan Forex dan membuat kerugian dan keuntungan pertama kami dalam jumlah yang cukup besar, kami mulai memperhatikan hal yang sangat penting tentang proses perdagangan keseluruhan. Sementara waktu yang tepat untuk posisi entry jarang menimbulkan masalah bagi kami (hampir 80% dari semua posisi terbuka kami telah menghasilkan  zona profit “hijau”), masalah yang tersembunyi justru terletak pada penentuan posisi exit yang tepat. Selain itu, penting untuk mengurangi risiko pada potensi kerugian dengan stop-loss order, tetapi untuk membatasi keserakahan dan mengambil keuntungan yang dapat diterima. Ada banyak pedoman yang sudah dikenal dan cara untuk memasuki posisi yang tepat pada waktu yang tepat seperti rilis utama berita ekonomi, peristiwa dunia global, kombinasi indikator teknis dll. Namun memasuki posisi adalah opsional dalam perdagangan ketika memutuskan untuk melewatkan banyak kesempatan baik / buruk saat entry point yang diinginkan, maka tidak benar jika kita berbicara tentang posisi keluar. Margin perdagangan tidak memungkinkan untuk menunggu terlalu lama dengan open position.

Memilih exit point yang baik untuk open position dapat menjadi tugas yang mudah hanya bila pasar Forex tak begitu kacau dan tidak stabil. Perintah keluar untuk setiap posisi harus menyesuaiakan terus-menerus dengan waktu dan sejalan dengan munculnya data pasar baru (teknis dan fundamental).

Katakanlah, Anda mengambil posisi short pada EUR / USD pada 1,2563, pada saat Anda mengambil posisi ini level support / resistance adalah 1.2500 / 1.2620. Anda menetapkan stop-loss order untuk 1.2625 dan menentukan take-profit di 1,2505. Jadi sekarang, posisi ini dapat dianggap sebagai intraday atau posisi jangka 2-3 hari. Ini berarti bahwa Anda harus menutupnya sebelum berakhir, atau akan menjadi posisi yang sangat tidak terduga (karena pasar akan berbeda jauh dari pada saat Anda menentukan open position). Setelah posisi ditentukan dan exit order awal ditetapkan, Anda harus mengikuti pasar dan indikator teknis untuk menyesuaikan exit order Anda. Aturan yang paling penting adalah untuk mengencangkan batas rugi / laba seiring berjalannya waktu.

Biasanya bila kami mengambil posisi jangka menengah (2-4 hari), kami mencoba untuk menurunkan stop order dan disiplin dengan target antara 10-25 pips setiap hari. Kami juga memantau peristiwa-peristiwa global, berusaha untuk menurunkan stop-loss karena berita sangat penting dapat menyakiti posisi trading kami. Jika keuntungan tersebut sudah cukup tinggi, kami mencoba untuk memindahkan stop-loss entry point, yang membuat posisi yakin-menang. Ide utama di sini adalah untuk menemukan titik keseimbangan antara keserakahan dan kehati-hatian. Juga, pedagang harus selalu ingat bahwa apabila pasar mulai bertindak tiba-tiba, mereka harus bahkan lebih hati-hati dengan exit order, bahkan tatkala posisi masih menunjukkan keuntungan.

Setiap pedagang memiliki kebiasaan dan strategi trading mereka sendiri. Kami harap artikel ini akan membuat pembaca berpikir tentang aspek yang penting dalam perdagangan saat mengatur exit order dan ini akan sangat meningkatkan hasil perdagangan mereka.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.