Kapan dan Bagaimana Anda Harus Menjadi Seorang Fundamentalis

By on 11 Agustus 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.539 kali
Fundamental analysis

Investasi Forex – Ada dua kelompok trader: Fundamentalis dan teknisi. Para fundamentalis adalah trader yang menggunakan analisis kritis untuk memprediksi pergerakan harga, sedang teknisi adalah trader yang menggunakan analisa teknikal untuk memprediksi pergerakan harga. Tentu saja banyak trader menggunakan kedua jenis analisis.

Mari kita bicara analisis kritis hari ini, yang didasarkan pada faktor ekonomi.

Para fundamentalis menganggap penawaran dan permintaan untuk mata uang adalah hasil dari proses ekonomi yang dapat diamati. Jadi, mereka mengamati kekuatan ekonomi, sosial, dan politik yang mendorong penawaran dan permintaan. Mereka percaya bahwa dengan mengamati segala macam indikator maka price action dapat diprediksi.

Karena harga mata uang adalah refleksi dari keseimbangan permintaan dan penawaran untuk mata uang, dengan menganalisis data yang berbeda  seperti suku bunga, neraca perdagangan, investasi asing, PDB dan banyak lainnya, pedagang dapat memprediksi tindakan harga. Masalahnya adalah bahwa Anda membutuhkan sejumlah besar data untuk menganalisis. Fundamentalis dapat mempelajari kriteria kecuali price action. Analis kritis yang lain tidak melihat melalui indikator ekonomi yang lain selain tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran dan suku bunga. Data tersebut terutama terkait dengan suku bunga dan perdagangan internasional yang harus dianalisa secara ketat.

Para fundamentalis tahu kapan indikator ekonomi yang berbeda akan dirilis. Biasanya memiliki kalender di mana mereka mencatat tanggal dan waktu penting saat statistik yang berbeda akan diumumkan.

Dengan belajar dan mengamati fundamental berbeda dari pasar akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pasar secara keseluruhan. Dengan melakukan analisis kritis kita dapat memprediksi kondisi ekonomi yang sangat baik. Kita juga dapat memiliki gambaran yang jelas tentang kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Kita akan tahu apa yang sedang terjadi. Ini adalah alasan mengapa kita tidak harus benar-benar mengabaikan analisis kritis.

Tapi ada beberapa masalah dengan analisis kritis. Biasanya analisis fundamental tidak memberi kita entry point dan exit point yang signifikan, sehingga perdagangan masih dapat cukup berisiko. Sangat sulit untuk menemukan metode menerjemahkan semua informasi yang berbeda ke dalam entry point dan exit point yang spesifik untuk strategi pelaku perdagangan. Begitu banyaknya informasi akan dengan sangat mudah membuat Anda bingung.

Itulah sebabnya banyak trader menggunakan beberapa analisis kritis untuk memahami gerakan harga tak terduga dan mengetahui kekuatan yang menggerakkannya. Namun mereka memutuskan untuk menggunakan analisa teknis untuk menentukan entry point dan exit point saat melakukan  perdagangan.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.