Jual Beli Emas Tetap Sepi

By on 19 September 2014 | Artikel ini Sudah di baca 1.948 kali

Meski harga emas di pasar global rontok, aktivitas perdagangan di sejumlah toko ritel emas di wilayah Jakarta belum menunjukkan adanya lonjakan.
Seperti yang terjadi di Toko Mas Suka Maju di Pasar Kopro, Jakarta. Agus Suprino, Staf Marketing Toko Mas Suka Maju menuturkan, pembeli cenderung sepi, kendati harga emas turun.

Tipikal pembeli yang datang ke toko ini tidak terpengaruh momentum naik atau turun harga. “Mereka beli kalau  punya duit. Kalau lagi butuh duit, ya, mereka jual,” tuturnya kepada KONTAN, Kamis (18/9).

Seperti diketahui, Kamis (18/9), harga emas berjangka di Bursa Komoditas Amerika Serikat (Comex) jeblok ke level US$ 1.219 per troi ons. Ini harga terendah dalam delapan bulan terakhir. Harga saat ini pun hampir mendekati level akhir tahun lalu, yaitu US$ 1.205,7 per ons troi.

Emas batangan pecahan 1 gram di Logam Mulia, Antam Tbk dijual Rp 526.000 per gram. Sepanjang  bulan ini, harganya sudah turun Rp 6.000 per gram. Meski melandai, kejatuhannya tidak setajam emas berjangka.

Sementara, Toko Mas Suka Maju mematok harga jual emas Rp 479.000 per gram, dan  harga jual kembali (buy back) Rp 477.000 per gram. Kata Agus, transaksi emas di toko ritel memang sudah terlihat lesu sejak awal tahun ini. Ini lantaran daya beli masyarakat sedang menurun. “September ini bahkan  puncak transaksi paling sepi sepanjang  tahun ini,” ungkapnya.

Agus merinci, pada tahun-tahun sebelumnya, transaksi penjualan 1 kg emas per bulan cukup mudah dikejar. Tapi,  saat ini, pihaknya hanya bisa menjual  sekitar 5-10 gram sehari. Atau, sebulan hanya mampu melego 150-300 gram.

Tak heran Agus pesimistis, penurunan harga bisa mendongkrak transaksi di sisa tahun ini. “Prediksi saya, transaksi masih akan sepi seperti sekarang ini. Kalaupun ramai, paling lebih banyak yang jual untuk kebutuhan di akhir tahun,” imbuhnya.

Kondisi serupa dialami Tanti Setyawati, pemilik Toko Emas Cakra Kirana di Cikini, Jakarta Pusat.  Naik atau turun harga emas tidak otomatis mempengaruhi  transaksi di pasaran. “Semua kembali tergantung kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Meskipun harga sekarang sudah lebih murah dibandingkan beberapa bulan lalu,  tidak mendorong masyarakat berburu emas. “Sebaliknya, meskipun harga sedang turun tipis seperti sekarang, jika mereka sedang membutuhkan uang, maka perilaku menjual emas akan lebih mendominasi,” tuturnya.

Per Kamis (18/9), Toko Emas Cakra Kirana mematok harga jual emas senilai Rp 479.000 per gram. Sementara, harga buyback sebesar Rp 475.000 per gram. Sekadar catatan, harga jual emas di toko ritel kadang bisa lebih murah ketimbang harga jual di Antam, sebab mereka memiliki pasokan emas sendiri. Namun, cetak tetap dilakukan di Antam.

Michael, pedagang Toko Emas Kaliem di kawasan Melawai, Kebayoran Baru mengamini kisah Tanti. Ia menyatakan, meskipun harga emas sedang turun, tidak terjadi lonjakan transaksi.  “Harga memang sedikit lebih murah, tidak memacu minat beli masyarakat. Transaksi relatif sama,” ujarnya.

Sumber : KONTAN