Jika Anda Bermaksud Menjual Properti Tanpa Agen Properti

By on 9 Desember 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.505 kali
Pengusaha Properti

Investasi Properti – Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen dari para pemilik properti  berniat untuk menjual properti mereka tanpa agen properti. Kami  yakin angkanya akan lebih besar lagi jika mereka tidak khawatir  pada sisi proses kontrak properti.

Kontrak Saat Anda Menjual Rumah Anda Tanpa Agen Properti

Hal ini tak terbantahkan bahwa Anda dapat menghemat  puluhan hungga ratusan juta rupiah  dengan menjual rumah Anda tanpa agen properti. Komisi khusus  dikenakan oleh agen properti sejumlah  enam persen dari harga jual. Pada properti seharga Rp.3.000.000.000,00, biaya agen properti  setara dengan Rp.180.000.000,00. Bukankah itu terasa seperti menghamburkan uang terlalu banyak?

Jika penjual dapat menghemat begitu banyak uang dengan tidak menggunakan jasa agen properti, mengapa tidak lebih banyak orang melakukannya? Sederhananya, mereka takut dari sisi proses. Secara khusus, kontrak properti dapat menjadi masalah yang menakutkan bagi sebagian besar pembeli properti. Bagaimana Anda tahu jika Anda melakukannya dengan benar? Bagaimana jika Anda tidak melakukan penjualan dengan benar? Apakah Anda kehilangan properti Anda? (Memangnya properti Anda lari ke mana? Anda pinjam kaki siapa kok properti Anda suka melarikan diri gituh? Diikutkan PON saja biar jadi atlet nasional sekalian hehehe ) Apakah akan ada tuntutan hukum? Terus terang, mayoritas orang memiliki mimpi buruk tentang gagasan menangani masalah ini dan hal ini tidaklah perlu.

Pertama, sebagian besar agen properti  tidak mengetahui apapun  lebih dari yang Anda lakukan berkaitan dengan kontrak properti. Mereka berada dalam bisnis penjualan properti, bukannya menjadi ahli hukum. Selain itu, sebagian besar kontrak properti memiliki bentuk pra cetak tertentu alias mereka telah  dibuatkan oleh ahli hukum mereka bentuk paten dari surat kontrak yang kalimatnya selalu sama, tinggal diisi bagian-bagian yang kosong.  Semuanya demikian dan Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan masalah ini.

Ada cara yang sangat sederhana untuk mengurangi stres yang terkait dengan urusan kontrak properti dan dokumen-dokumen lain. Jawabannya ditemukan dalam bidang hukum. Secara khusus, Anda dapat menyewa seorang pengacara properti seperti Notaris untuk menangani semuanya. Anda akan mendapatkan profesional hukum yang merupakan salah satu sisi kekuatan Anda dan siapa tahu rincian proses akan dapat segera keluar. Sejujurnya banyak dari mereka justru  lebih kompeten daripada agen properti ketika yang ditangani adalah transaksi.

Ah, tapi bukankah benar bahwa membayar pengacara membutuhkan biaya yang sangat mahal? Memang betul. Dalam kasus ini, bagaimanapun, mereka jauh lebih murah daripada membayar komisi enam persen untuk para agen properti. Perlu diingat contoh kita di atas,  kita membayar makelar Rp. 180.000.000,00 hanya untuk komisi saja. Kebanyakan pengacara biayanya mencapai Rp. 1.000.000,00 per jam. Jika dibutuhkan 20 jam untuk menangani transaksi, dan anggaplah Anda membayar harga tertinggi, maka Anda akan hanya menghabiskan Rp. 20.000.000,00. Dalam istilah praktis, Anda mendapatkan saran yang lebih baik dan menghemat Rp. 160.000.000,00 pada komisi. Dalam skenario seperti itu, menyewa penasihat hukum benar-benar pilihan yang masuk akal. Terus terang, kami terkejut banyak orang yang tidak mau melakukannya. Hambatan terbesar untuk menjual rumah adalah bahwa pemilik sering takut terhadap ribetnya persyaratan dokumen kontrak. Ikuti saran di atas dan Anda seharusnya tidak memiliki masalah.

 

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.