Jangan Salah Kaprah Dengan Mitos Investasi Saham Yang Merugikan

By on 12 Juni 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.975 kali
Investasi Saham

Investasi Saham – Tahukah Anda ada 5 mitos investasi saham utama yang sering membuat investor individu mengalami kerugian? Mitos-mitos ini sering dialami oleh para investor individu pada level pemula dan menengah. Anda yang ingin mengetahui apa saja jebakan-jebakan investasi saham yang telah berubah menjadi mitos, silahkan pelajari 5 poin di bawah ini!

Harga terendah

Pertama, harga saham sudah turun sedemikian dalamnya sehingga tak mungkin turun lebih dalam lagi. Investor biasanya meyakini jika saham yang harganya sudah anjlok drastis, tak akan turun lebih rendah lagi. Faktanya belum tentu demikian. Contoh yang pernah terjadi, saham ADMG harganya jatuh dari Rp. 320,00 menjadi Rp. 200,00. Bila Anda percaya mitos investasi saham ini dengan membeli saham itu pada harga Rp. 200,00, Anda akan gigit jari karena harganya masih turun terus hingga sekitar Rp. 175,00 pada waktu itu.

Ke dua, menunda membeli saham, menunggu bila harganya mencapai titik terendah. Masalahnya, kita tak pernah tahu harga terendah suatu saham. Mirip seperti jingle iklan rokok di televisi sekian tahun lalu, di saat harga saham turun, investor hanya bisa bertanya, ’How low can you go?’ Menurut Lynch, memprediksi harga terendah saham yang sedang turun bagaikan menangkap pisau yang sedang jatuh. Pisau tak didapat dan malah melukai tangan.

Cut loss

Ke tiga, Enggan menjual rugi / cut loss saham. Mengetahui harga saham turun-naik, Anda sah-sah saja berprinsip seperti itu. Sebagai investor individu, Anda berhak memutuskan apa saja demi uang dan portofolio Anda. Harga saham mungkin saja naik kembali seperti harapan Anda. Namun, siapa yang mampu memastikan hal tersebut akan terjadi segera? Bagaimana jika terjadinya 5 tahun lagi? Jika memang fundamental perusahaan dan prospek industrinya sungguh-sungguh buruk, sebaiknya Anda bersikap realistis dan berani mengambil keputusan cut loss. Mengaku salah dan bersedia menerima kerugian adalah sangat lumrah dalam investasi saham. Harga saham dalam satu tahun bisa anjlok hingga -88% pada tahun tahun-tahun tertentu.

Tentang cut loss ini, Anda dapat belajar dari manajer investasi Anda. Karena mengelola dana nasabah, manajer investasi biasanya menerapkan strategi cut loss untuk saham dalam portofolionya. Seorang manajer investasi sering cut loss apabila harga saham portofolionya sudah turun hingga 7% – 10% dari harga beli rata-rata. Manajer investasi bersangkutan dapat saja membeli kembali saham yang nilainya sedang jatuh tersebut demi menurunkan rata-rata harga belinya. Namun hal ini akan dilakukan hanya bila si manajer investasi tersebut yakin akan kemampuan fundamental perusahaan tersebut. Bila tidak yakin, mereka umumnya tak ragu untuk melakukan cut loss.

Dalam bukunya The Investment Club Book, John Wasik (1995) menyebutkan bahwa National Association of Investors Corporations (NAIC) yang mewakili 8.000 klub pemilihan saham di Amerika menyarankan investor memilih tak lebih dari lima saham dalam portofolionya. Teori Rule of Five dari NAIC ini mengatakan dari lima saham, kemungkinan satu akan menjadi pecundang, tiga memberikan return sedang-sedang saja (mediocre) dan hanya satu saja yang akan menjadi saham pemenang sejati (the real winner). Intinya, tidak ada investor saham yang tak pernah mengalami kerugian. Semua investor tentu pernah salah pilih dan Anda masih dianggap ahli bermain saham apabila tingkat salah pilih Anda pada skala 1 dari 4 atau 5 saham. Tak perlu bermimpi bahwa pemilihan saham Anda akan selalu tepat. Oleh sebab itu, jangan takut untuk cut loss. Manajer investasi pun kadang melakukannya.

Harga tertinggi

Ke empat, harga saham yang telah melonjak tinggi tak mungkin naik lagi. Investor saham BUMI yang membelinya pada harga Rp. 20,00 per saham di awal tahun 2003 dan menjualnya pada saat harganya mencapai Rp. 200,00. Sekian bulan kemudian banyak investor yang menyesal ketika mengetahui harga saham tersebut telah mencapai Rp. 500,00 di akhir tahun 2003.

Ke lima, Jika harga saham telah mengalami  kenaikan sebesar 50%, segera realisasikan keuntungan Anda. Mitos investasi saham yang satu ini bertolak belakang dengan mitos investasi saham ke tiga. Bila Anda meyakini dua mitos ini, Anda masih membutuhkan lebih banyak jam terbang untuk menjadi investor handal. Bukan masalah apa-apa, memberlakukan dua mitos investasi saham ini akan membuat Anda membatasi keuntungan Anda sendiri namun tak membatasi kerugian Anda. Artinya, Anda bersedia menerima kerugian berapa pun namun tak bersedia memperoleh return di atas 50%. Faktanya, banyak sekali saham yang mengalami kenaikan harga di atas 50% hanya dalam waktu satu tahun saja.

Tip dari kami, dalam berinvestasi saham langsung, jangan enggan bertanya dan belajar kepada mereka yang lebih berpengalaman dan jangan malas untuk dan mencari referensi bacaan dan informasi. Hindari kesalahan yang paling sering dilakukan investor individu yaitu sell the winners too soon and hold the losers too long.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.