Investor Properti Sejati Tak Sesali Harga Beli dan Kewajiban Membayar

By on 23 September 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.995 kali
investasi properti

Investasi Properti – Membeli rumah adalah euforia yang menakutkan. Di satu sisi, Anda pindah ke properti Anda sendiri. Di sisi lain, Anda berkomitmen untuk pembayaran uang yang lebih banyak lagi.

Cara Menghindari Penyesalan Atas Apa Yang Kita Beli
Membeli properti dapat memboros-boroskan emosi Anda. Ingat dong, kita tidak hanya tidak boleh memboros-boroskan pengeluaran kita. Kita juga harus mengirit emosi. Jangan dibelanjakan semua hehehe. Pertama, Anda gembira ketika penjual setuju pada penawaran Anda. Tak lama kemudian, Anda mulai khawatir tentang harga, potensi masalah dan komitmen yang telah Anda buat untuk membayar milyaran rupiah selama 10, 15 atau 30 tahun ke depan. Ini bisa menjadi acrobat perasaan yang mengerikan bagi emosi Anda. Anda tidak perlu menerima penyesalan pembeli.

Masalah pertama yang paling sering menimbulkan penyesalan hampir selalu berkutat pada harga beli. Jika hal tersebut membuat Anda merasa lebih baik, penjual hampir selalu berpikir mereka harus meminta lebih banyak. Sebenarnya, untuk harga beli yang telah disepakati hampir selalu cukup adil jika Anda mendapatkan pinjaman hipotek. Pemberi pinjaman tidak akan memberikan pinjaman jauh melebihi nilai rumah, sehingga Anda dapat yakin Anda mungkin memegang harga beli yang adil. Ya, Anda mungkin harus membayar Rp. 100.000.000,00 lebih banyak, namun itu adalah jumlah yang relatif tidak signifikan mengingat nilai properti dari waktu ke waktu.

Wilayah kedua, penyesalan kadang muncul saat dihadapkan pada kewajiban membayar. Membeli rumah terdengar hebat sampai Anda menyadari pembayaran sebesar Rp. 15.000.000,00 atau Rp. 20.000.000,00 setiap bulan. Bagaimana jika Anda kehilangan pekerjaan Anda? Bagaimana jika seseorang jatuh sakit? Bagaimana jika, bagaimana jika, bagaimana jika terus seperti itu. Berhenti mengkhawatirkan segala hal sebab Tuhan tidak menambahkan sehastapun umur Anda hanya dengan khawatir. Hidup ini penuh dengan risiko dan membeli rumah adalah salah satu risiko yang masih relatif kecil dibandingkan dengan keputusan lain yang harus kita buat. Jika Anda dinyatakan default lalu bagaimana? Ya memang hal itu akan menjadi kenyataan yang buruk, namun mereka tidak akan menempatkan Anda dalam penjara. Kebanyakan orang bisnis yang sukses mengalami kejatuhan lima atau sepuluh kali sebelum mendapatkan apa yang disebut dengan pengalaman berharga sebagai pondasi kuat yang membuat mereka mampu memformulasi cara yang benar meraup keuntungan. Dalam skenario kasus buruk, Anda dapat melakukan hal yang sama.

Penyesalan bisa menjadi hal yang mencakup semua. Jika Anda membiarkannya menguasai emosi Anda, Anda akan menderita tanpa alasan apapun. Ingat, properti adalah investasi jangka panjang yang sangat baik. Jika Anda menyimpan properti dalam bentuk yang layak dan berpegang pada properti untuk lima atau sepuluh tahun, Anda pasti akan keluar dari masalah Anda. Berhenti stres dan nikmatilah rumah baru Anda!

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.