Ingin Memborong Emas? Wait And See, Tunggu Sampai Kabinet Baru Diumumkan

By on 24 Oktober 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.766 kali
Cadangan emas

Kilau emas batangan memudar. Dalam sepekan, harga si kuning merosot Rp 5.000 per gram.Kemarin (23/10), harga logam mulia batangan satu gram produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 1.000 dibandingkan dengan hari sebelumnya menjadi Rp 524.000. Sementara harga lemas di Bursa Komoditas Amerika Serikat (AS) turun sekitar 0,83% ketimbang hari sebelumnya menjadi US$ 1.235,20 per ons troi.

Perayaan Diwali atau Hari Raya umat Hindu di India, yang biasanya menjadi salah satu momentum membludaknya permintaan emas, tak mampu mendongkrak pamor harga si kuning. Di sisi lain dollar AS kembali perkasa sehingga mematahkan lagi kebangkitan harga emas.

Ibrahim, analis dan Direktur Equilibirium Komoditi Berjangka, menilai, pelemahan harga emas batangan sepekan terakhir lantaran rupiah cenderung menguat dan harga emas di pasar spot turun. Emas batangan berpotensi menguat di akhir tahun sejalan pergerakan harga emas global menuju US$ 1.270 per ons troi. “Harga emas global akan menguat terbatas, karena The Fed mungkin baru menaikkan suku bunga pada tahun depan,” kata Ibrahim.

Ia memprediksikan, di akhir tahun harga emas batangan di luar biaya produksi sebesar Rp 490.000, dengan asumsi harga emas spot US$ 1.270 dan kurs rupiah Rp 12.000 per dollar AS. Jika Antam membebani ongkos produksi Rp 45.000, harga emas batangan satu gram sekitar Rp 535.000.

Prediksi Tonny Mariano, analis Harvest International Futures, jika harga emas spot melemah dan kurs rupiah di kisaran Rp 12.000, harga emas batangan akhir tahun turun tipis di rentang Rp 515.000- Rp 530.000 per gram.

Sedangkan Ariston Tjendra, Head of Reserch Analysis Division PT Monex Investindo Futures, bilang, prospek harga emas global masih cenderung turun karena ekonomi AS mendukung penguatan dollar. Dan jika The Fed menaikkan suku bunga tahun ini ia menebak, harga emas spot melorot ke US$ 1.050 per ons troi. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 12.000, harga emas batangan bergulir di Rp 510.000- Rp 528.000 per gram.

Terlepas dari fluktuasi harga emas Ariston melihat, emas batangan masih prospektif menjadi instrumen investasi jangka panjang. Meski harga masih akan turun, investor sudah bisa masuk ke instrumen ini. Sedangkan Ibrahim menyarankan, wait and see sampai pemerintah mengumumkan kabinet baru. Jika susunan kabinet oke, rupiah menguat dan harga emas batangan turun. Itulah saatnya investor memburu emas.

 

 

 

Sumber: KONTAN