Ingin Cicil Motor? Jangan Lupa Hindari 8 Kesalahan Ini

By on 10 Juli 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.035 kali
Mudik Lebaran

Banyak orang yang mengambil kredit pembelian motor mendekati Lebaran, agar punya kendaraan untuk mudik. Ada juga orang yang membeli dengan cara mencicil ini, demi mempunyai motor baru untuk ditunjukkan ke saudara di kampung.

Apabila Anda salah satu orang yang sedang memikirkan untuk mengambil cicilan motor, baca dulu delapan kesalahan berikut dalam mengambil cicilan yang pantas Anda hindari.

1. Beli demi ego

Ini bisa jadi kesalahan terbesar. Banyak orang membeli sepeda motor baru demi pamer saat mudik. Ingat, Anda harus menanggung cicilan selama berbulan­-bulan hanya demi dianggap keren selama liburan mudik yang cuma satu minggu lamanya.

Anda akan semakin kesusahan jika penghasilan Anda sudah pas­-pasan untuk menutupi kebutuhan hidup. Utang sebaiknya tidak melampaui 30 persen dari gaji Anda. Jadi, jika Anda sudah ada utang lainnya, harap mempertimbangkan utang-utang tersebut dulu.

2. Tidak memilih perusahaan leasing yang profesional

Perusahaan pembiayaan (leasing) motor lebih banyak dan beragam dibanding penyedia kredit mobil, karena harga motor yang lebih rendah. Akibatnya, banyak leasing motor yang kurang jelas dari segi profesionalisme. Supaya aman, sebaiknya Anda memilih perusahaan leasing yang telah menjadi anggota di Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Cukup cek daftar anggota di situs APPI.

3. Enggan mencari leasing terbaik

Uang muka alias down payment (DP) motor memang sudah ditetapkan pada angka 30 persen. Namun, Anda masih harus mengunjungi beberapa dealer motor untuk menemukan mana yang paling nyaman diajak bernegosiasi harga. Jadi, jangan merasa malu jika Anda ke perusahaan leasing sekedar untuk bertanya­-tanya. Anda sebagai konsumen memiliki hak untuk mencari harga dan produk yang terbaik untuk Anda.

4. Pastikan BPKB Anda aman

Perusahaan leasing akan memegang Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) motor yang Anda cicil hingga selesai membayar semua cicilan. Untuk memastikan bahwa BPKB akan Anda terima setelah melunasi pembayaran, pilihlah perusahaan leasing yang besar untuk memastikan bahwa BPKB tidak digunakan oleh perusahaan leasing sebagai jaminan di bank lain.

5. Tidak cermat menghitung cicilan bulanan

Cicilan bulanan Anda bukan saja berdasarkan harga beli sepeda motor, tetapi juga bunga dan biaya atas pinjaman. Cari tahu, seberapa besar bunga yang Anda harus bayar, dan rincian biaya bulanan yang ditagihkan kepada Anda.

Jangan lupa untuk menghitung perbedaan antara harga jual dengan total uang yang Anda keluarkan untuk DP dan cicilan bulanan. Semakin besar perbedaannya, makin Anda tidak diuntungkan sebagai konsumen.

6. Tidak mempedulikan denda keterlambatan

Anda bisa dikenakan biaya tambahan, jika terlambat membayar cicilan. Jangan anggap enteng biaya ini. Semakin besar denda, makin Anda akan kesusahan kalau sampai telat membayar.

7. Tenor terlalu lama

Tenor adalah jangka waktu untuk membayar utang. Semakin lama tenor, semakin sering Anda harus membayar biaya bulanan. Ini artinya, Anda harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk melunasi motor Anda.

8. Abaikan program asuransi

Pastikan bahwa perusahaan leasing juga memberi Anda asuransi dari perusahaan asuransi yang bonafide, alias yang bisa dipercaya dengan baik. Polis asuransi juga harus menutupi berbagai masalah yang dapat dialami motor Anda, dan mempunyai proses klaim yang mudah.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.

 

Sumber: HaloMoney.co.id / viva.co.id