Indonesia Produsen Emas Ke 7 Di Dunia Dengan Sedikit Investor Emas Lokal

By on 18 Juni 2014 | Artikel ini Sudah di baca 1.807 kali

Investasi Emas – Ekstraksi emas dapat menjadi yang paling ekonomis dalam jumlah besar dan merupakan  deposito mudah ditambang. Kadar bijih sesedikit 0,5 mg / kg dapat ekonomis. Kadar bijih tertentu di tambang terbuka adalah 1-5 mg / kg.

Semenjak  abad ke-18, Witwatersrand Gold Rush yang berada di Afrika Selatan menemukan sejumlah deposit emas terbesar yang pernah ada di dunia. Produsen utama lainnya selain Afrika Selatan adalah Amerika Serikat, Rusia , Australia  dan Peru. Pertambangan di Dakota Selatan dan Nevada memasok 2/3 dari seluruh emas yang beredar di Amerika Serikat. Pada akhir tahun 2009, diperkirakan bahwa seluruh emas yang pernah ditambang mencapai 165000 ton.

China adalah produsen emas terbesar di dunia. Produksinya naik hingga sebesar 62 % sejak tahun 2001 sedang  output dunia turun sebesar 9,6 % pada periode yang sama. Produksi naik 285-300 ton emas.
Australia adalah produsen emas terbesar nomor dua di dunia dengan hasil tambang emas 215 ton. Produksi tersebut mengalami penurunan hingga puncaknya pada tahun 1998.
Afrika Selatan telah kehilangan posisi pertama  dari produksi emas pada tahun 2007, kini Afrika Selatan menduduki posisi terbesar ke tiga di dunia sejajar dengan Amerika Serikat. Negara-negara tersebut dapat menghasilkan sekitar 215 ton emas.
Rusia memiliki tambang emas yang mampu menghasilkan 185 ton emas.
Peru mampu  memproduksi 180 ton emas. Produksinya meningkat  sebesar 30,4 % semenjak tahun 2001.
Kanada merupakan negara pertambangan, tak  hanya untuk sumber daya yang melimpah namun  hamper setengah tambang di dunia ada di negara ini. Negara ini memiliki insinyur pertambangan dan ahli geologi di antara yang terbaik di dunia. Produksinya menurun sejak tahun 1991 sebesar  43 % dan kembali  meningkat sebesar 5,2 % di tahun 2008. Kanada memproduksi sekitar  95 ton emas.
Indonesia mampu  menghasilkan 100 ton emas.  meningkat 66% di tahun  2008 dan turun 23 % dibandingkan tahun 2001.

Pada data tersebut di atas jelas bahwa Indonesia dewasa ini berada pada posisi ke 7 dari seluruh negara penghasil emas dunia. Sayangnya tidak banyak dari orang Indonesia sendiri yang tahu bahwa negara Indonesia sekaya itu, dan belum banyak yang secara serius berinvestasi emas. Dikatakan belum banyak dengan membandingkan antara jumlah penduduk dikurangi persentase jumlah penduduk yang berada di atas garis kemiskinan (sedang hingga kaya). Hasilnya dikurangi lagi dengan jumlah mereka yang telah melek investasi emas.

Yang biasanya kurang dipahami adalah bahwa emas merupakan bentuk investasi, tak peduli apa bentuknya. Memang hal tersebut betul walau tak sepenuhnya betul. Masyarakat Indonesia sudah cukup puas membeli perhiasan emas sebagai kendaraan investasi mereka tanpa mengetahui bahwa perhiasan emas akan menciptakan biaya premium yang lebih besar, dan tidak adanya jaminan kemurnian sehingga apabila dijual kembali akan memangkas harga. Apa salahnya sebagai warga negara salah satu top 7 penghasil emas, masyarakat Indonesia mulai sadar berinvestasi khususnya investasi emas, setidak-tidaknya untuk melindungi asset mereka sendiri. Asset yang dihasilkan oleh negara mereka. Dengan bahasa yang lebih provokatif, jika Indonesia dapat menghasilkan emas sebanyak itu, bukankah emas-emas tersebut seharusnya dapat membuat masyarakat Indonesia mapan dalam investasi? Adalah kesalahan masyarakat Indonesia sendiri jika kemapanan yang dikehendaki tidak terjadi. Sudahkah Anda siap berinvestasi emas sekarang?

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.