Hubungan OJK dan Asuransi

By on 14 Oktober 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.838 kali
OJK

Asuransi – Tahukah Anda ada sebuah lembaga yang didirikan untuk mengatur dan mengawasi segala kegiatan yang berhubungan dengan jasa industri keuangan? Ya, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) didirikan berdasar UU nomor 21 tahun 2011 yang memiliki visi misi mengatur, mengawasi serta melindungi terwujudnya industri keuangan Indonesia yang sehat.

Kondisi negara Indonesia yang mengalami krisis moneter di tahun 1997, krisis ekonomi global di tahun 2008 serta krisis ekonomi eropa di tahun 2010 memicu kerja sama DPR dengan pemerintah untuk merevolusi sistem keuangan di Indonesia, yaitu dengan didirikannya OJK. Oleh karena itu, pada tanggal 31 Desember 2013, pemerintah memutuskan bahwa semua kegiatan pengaturan dan pengawasan bank dilakukan oleh OJK. Keputusan ini tidak hanya berlaku di sektor perbankan, namun juga di dalam sektor pasar modal, jasa asuransi, lembaga pembiayaan serta lembaga keuangan. Anggaran yang dimiliki OJK sendiri berasal dari APBN serta pembiayaan lain dari sektor jasa keuangan.

Sebagai lembaga yang independen, OJK diharapkan mampu menangani permasalahan dari skala kecil sehingga Bank Indonesia dapat memfokuskan diri untuk mengatasi permasalahan yang lebih krusial.

Bidang yang juga menjadi fokus pengawasan OJK adalah asuransi kendaraan bermotor. Untuk melindungi konsumen kendaraan bermotor, semenjak tanggal 1 Maret 2014 OJK telah mengeluarkan kebijakan untuk meratakan tarif premi asuransi baik mobil maupun motor di Indonesia. Kebijakan ini berlaku terhadap kepemilikan individual dan lini usaha asuransi, yang juga meliputi resiko khusus seperti banjir, tsunami, gempa serta letusan gunung berapi.

Kebijakan ini diterapkan demi mencegah munculnya perang harga di antara perusahaan asuransi dan juga demi kemaslahatan konsumen sendiri. OJK juga turut menetapkan batas atas dan batas bawah premi, dimana batas atas ditujukan untuk melindungi konsumen dari premi berlebih (over-pricing) yang ditetapkan asuransi, dan batas bawah ditujukan untuk mencegah premi tidak memadai yang menyebabkan perusahaan asuransi kesulitan untuk membayar klaim.

Nah, sekarang Anda dapat lebih menarik nafas lega saat berhadapan dengan marketing asuransi kendaraan bermotor. Jika Anda menemui adanya kecurangan, silakan hubungi OJK dan mereka akan membantu melakukan pembelaan hukum terhadap perusahaan asuransi tersebut.

 

 

 

Sumber: dompetpintar.com

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.