Harga Fleksibel dan Harga Tidak Fleksibel Dalam Perdagangan Emas

By on 29 September 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.895 kali
Investasi Emas

Investasi Emas – Bagaimana sistem moneter yang didirikan swasta dapat dikaitkan dengan emas dan perak dan berkembang cukup pesat untuk memfasilitasi bisnis dalam ekonomi modern? Bagaimana emas dan perak baru bisa masuk pasar cukup cepat untuk mengimbangi, dan membangun proporsi  dengan memperluas jumlah transaksi pasar bebas?

Jawabannya tampaknya terlalu jelas: perluasan sistem mata uang yang diciptakan menurut specimen tertentu tidak mungkin tumbuh secepat bisnis yang telah berkembang pada abad terakhir. Karena jawabannya sudah begitu jelas, pasti ada yang salah dengan pertanyaannya. Ada sesuatu yang salah yang berhubungan dengan asumsi dasar tidak berubah-ubah dari pertanyaan: harga saat ini mengarah ke bawah secara tidak fleksibel.

Ini adalah fakta bahwa banyak harga tidak fleksibel ketika mengarah ke bawah, atau setidaknya sangat-sangat ketat. Produk yang tercipta dari hasil undang-undang yang menetapkan harga “Fair trade”, atau produk pondasinya oleh lantai harga yang ditetapkan oleh hukum, tidak responsif terhadap kondisi ekonomi memerlukan revisi harga turun. Fitur umum mayoritas harga tidak fleksibel ke arah bawah adalah intervensi kedaulatan politik.

Logika ekspansi ekonomi harus cukup jelas jika terjadi di dalam struktur moneter yang relatif tetap, baik perputaran uang akan meningkat (dan ada batas di sini) atau harga lain secara agregat akan jatuh. Jika harga tidak diizinkan jatuh, maka banyak faktor produksi akan ditemukan tidak ekonomis dan karena itu tak dapat dijadikan obyek pekerjaan. Bukti yang mendukung undang-undang ekonomi ini ditemukan setiap kali depresi ekonomi datang (dan mereka datang secara teratur seperti produk-produk yang disponsori pemerintah yang melakukan ekspansi moneter yang selalu mendahului produk-produk ini).

Hanya sedikit orang yang menafsirkan bukti cerdas. Pemimpin serikat buruh tidak suka anggotanya menganggur. Mereka tidak mempedulikan banyak engangguran yang bukan anggota, karena orang-orang ini menganggur untuk mengizinkan upah yang lebih tinggi dari orang-orang di dalam serikat. Pemilik bisnis dan manajer tidak ingin melihat modal menganggur, sebaliknya  mereka menghendaki tingginya tingkat pengembalian investasi modal mereka bahkan jika harus berarti kebangkrutan bagi pesaing. Jadi, ketika kejatuhan harga terjadi, diperlukan perusahaan marginal untuk tetap kompetitif, namun jika tidak cukup efisien untuk bersaing dari harga baru yang lebih rendah untuk produk-produknya, mintalah perlindungan oleh negara. Perlindungan diperlukan dari pelanggan jahat yang akan menghabiskan uang mereka dengan susah payah atau kredit di tempat lain.

Setiap kelompok menolak pengembalian lebih rendah pada investasi baik buruh maupun  keuangan, bahkan risiko terbesar dari semuanya yaitu jumlah pengangguran. Dan jika negara melakukan intervensi untuk melindungi kepentingan pribadi ini, negara dipaksa untuk mengambil langkah-langkah untuk memastikan kelanjutan operasi perusahaan. Negara  melakukannya melalui sarana perluasan jumlah uang beredar. Ini langkah-langkah untuk mengatur harga dan upah. Kemudian inflasi jumlah uang beredar meningkatkan harga agregat (atau setidaknya membuat harga uang jatuh), menurunkan pendapatan riil dari kembalian fixed money, dan karena itu menyelamatkan bisnis dan tenaga kerja. Menurut penulis, ini adalah ide  pemulihan Keynesian yang jenius yang hanya butuh bujukan psikologis peperangan total untuk memungkinkan pemerintah mengembangkan cukup mata uang untuk mengurangi upah nyata yang  cukup untuk memenuhi semua lapangan kerja sekaligus menciptakan suasana mendukung pengenaan pengendalian harga dan upah untuk menekan tanda-tanda inflasi yang terlihat, yaitu, harga uang yang lebih tinggi. Jadi harga tidak lagi dialokasikan secara efisien; ransum perangko, slip prioritas dan lisensi berburu lainnya mengambil tempat dari sistem harga pasar terpadu. Begitu pula pasar gelap.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.