Harga Emas Kembali Terkoreksi

By on 27 Mei 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3.416 kali

Harga Emas Kembali Terkoreksi

Harga emas kembali terkoreksi setelah sempat naik di awal sesi perdagangan akhir pekan lalu. Rilis beberapa data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang positif membuat pelaku pasar meninggalkan emas.

Harga emas untuk pengiriman Juni 2013 di Divisi Comex, Jumat (24/5), melemah 0,38% dibanding sehari sebelumnya jadi US$ 1.387,5 per ons troi. Tapi, selama sepekan, harga emas naik 1,57%.

Harga emas sempat naik saat bursa saham Asia mengalami turbulensi, Kamis (23/5), dan diikuti dengan penurunan indeks Dow Jones. Penurunan ini mereda setelah rilis klaim pengangguran mingguan AS turun menjadi 340.000. Rilis indeks manufaktur AS bulan Mei pun menunjukkan kondisi ekspansi, walau turun dari 52,1 menjadi 51,9.

Head Research and Analyst Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, harga emas akan cenderung tertekan. Namun, sudah mulai terbentuk pola penguatan seiring dengan kemungkinan bank sentral AS Federal Reserve (the Fed) melanjutkan stimulus lewat quantitative easing. Presiden The Fed St. Louis James Bullard memperkirakan, The Fed mungkin perlu waktu panjang sebelum mengambil keputusan penghentian stimulus.

Harga emas sedang mencoba membentuk pola pergerakan yang baru dengan menguji level resisten di US$ 1.403 per ons troi. Pergerakan harga emas menunggu informasi dan data ekonomi, setidaknya sampai pertengahan pekan.

Analis SoeGee Futures Nizar Hilmy mengatakan, kondisi pasar sedang mengalami fluktuasi tinggi karena pernyataan Gubernur The Fed Ben Bernanke beberapa hari yang lalu. Bernanke menyatakan, ada kemungkinan stimulus moneter akan dikurangi.

Selain itu, ada beberapa anggota Federal Open Market Committee yang menginginkan pengurangan atau penghentian stimulus moneter. “Simpang siur dan ketidakjelasan inilah yang membuat pasar galau,” kata Nizar.

Nizar melihat pergerakan harga emas berpeluang untuk konsolidasi, setidaknya hingga pertengahan pekan. Menjelang akhir pekan, ada beberapa data ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga emas, seperti data produk domestik bruto (PDB) AS Kuartal I-2013 dan data klaim pengangguran mingguan AS. Jika kedua data ini positif, maka spekulasi penghentian stimulus moneter akan semakin menekan harga emas.

Hingga akhir pekan ini, Ariston memprediksi, emas berpotensi menguat di kisaran US$ 1.353 – US$ 1.420 per ons troi. Nizar memprediksi, harga emas melemah terbatas di kisaran US$ 1.300 – US$ 1.430 per ons troi. (Agung Jatmiko, Kontan)