Gambaran Umum Volatilitas Emas

By on 19 Mei 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2.442 kali
Emas Syahriah

Investasi Emas – Harga emas, sebagaimana setiap aset yang diperdagangkan, mengikuti naik turunnya pasar. Jenis logam mulia ini dapat berfluktuasi secara fundamental. Volatilitas emas harus menjadi perhatian untuk semua investor jangka pendek dan panjang.  Nilai emas dibentuk oleh permintaan dan penawaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah  produksi emas oleh tambang emas, bank sentral, industri ( perhiasan, elektronik, dll ) dan investor.  Jika Anda berpikir bahwa adalah mungkin untuk benar-benar menghitung dan memprediksi harga emas, maka ide Anda tersebut  sudah tentu  salah. Terdapat  banyak faktor yang mempengaruhi harga, namun  tak bisa diprediksi. Seperti penemuan deposit emas baru, ataupun bencana alam yang menghancurkan tambang emas.

Faktor-faktor lain yang mengakibatkan volatilitas emas dan membuat harga emas tak terduga:
1. Interaksi sistem keuangan internasional
2. Inflasi dan suku bunga
3. Alternatif investasi
4. Investor spekulan

Jika dihitung secara  rata-rata ( terutama sejak awal tahun 2000 ), harga emas telah meningkat. Hal ini akibat meningkatnya permintaan di pasar yang berkembang. Bank-bank sentral pun diduga meningkatkan  cadangan emas mereka dan krisis keuangan  menawarkan  emas sebagai  investasi yang lebih menarik ( yang tidak diperkirakan oleh sebagian besar orang ).

Tren tahun ke sepuluh kenaikan harga emas meminta kehati-hatian Anda.

Pertama, emas sekarang berada di level harga tertinggi.  Dengan demikian, investor yang membeli emas di waktu sekarang ini melakukannya pada saat harga tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bijaksanakah tindakan ini?

Kedua, sejarah mengingatkan kita bahwa harga emas dapat jatuh, dan terus turun untuk jangka waktu yang lama. Jika seseorang telah membeli emas pada tahun 1984, investor  tersebut  harus menunggu selama tiga puluh tahun sampai harga emas telah mencapai tingkat yang sama, sehingga menjual tidak akan mengakibatkan kerugian ( tidak mempertimbangkan inflasi dan biaya lain).

Ketiga, minyak dalam banyak hal yang serupa  dengan emas:
Baik emas dan minyak adalah komoditas populer di kalangan pedagang , keduanya adalah sumber daya terbatas , dan membutuhkan biaya ekstraksi yang mahal. Sejarah baru-baru ini memperingatkan bahwa harga minyak harus menjadi catatan risiko volatilitas komoditas ini serta semua aset termasuk volatilitas emas.

Minyak sangat kuat pada awal 1999 dengan nilai rendah 19 USD per barel.
Pernah terjadi pada bulan Juli 2008 minyak berada di harga  147 USD. Dalam satu tahun harga turun menjadi 34 USD. Hal ini merupakan penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana harga minyak merosot 77 % hanya dalam kurun waktu duabelas bulan.  Tak disangkal bahwa hal inipun dapat terjadi sewaktu-waktu terhadap emas.

Bagaimana mengetahui ketika harga emas telah mencapai puncaknya?

  • Volatilitas emas merupakan risiko pasar.
  • Risiko pasar yang lain adalah risiko akan adanya likuiditas.
  • Ini terjadi di pasar dalam perdagangan tipis, di mana penjual menemui  kesulitan dalam mencari pembeli. Saham dari kontrak yang tidak aktif diperdagangkan dapat mengalami risiko ini.
  • Saham kecil pertambangan  juga bisa jadi mengalami masalah likuiditas.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.