Faktor-Faktor Yang Memicu Berubahnya Harga Saham

By on 17 Juni 2015 | Artikel ini Sudah di baca 477 kali

Investasi Saham – Harga saham berubah setiap hari sebagai akibat dari kekuatan pasar. Dengan ini dapat diartikan  bahwa harga saham berubah karena pasokan dan permintaan atau dalam bahasa perdagangan supply dan demand. Apabila lebih banyak orang ingin membeli saham (demand) daripada menjualnya (supply), maka harga akan bergerak naik. Sebaliknya, jika lebih banyak orang ingin menjual saham dari membelinya, akan ada pasokan yang lebih besar dari permintaan, dan harga akan semakin jatuh. Secara signifikan, ini sedikit berbeda dengan prinsip ekonomi pada umumnya di mana berlaku kebalikan bahwa semakin banyak permintaan harga akan turun.

Memahami penawaran dan permintaan adalah sesuatu hal yang mudah. Yang sulit untuk dipahami adalah apa yang membuat orang-orang menyukai saham tertentu dan tidak menyukai saham lain. Ini kaitannya dengan kebutuhan  mencari tahu apa berita positif bagi perusahaan dan apa pula berita negatifnya. Ada banyak jawaban untuk masalah ini dan siapa saja investor yang Anda mintai ide-ide dan strategi. Teori utama adalah bahwa pergerakan harga saham menunjukkan seberapa besarkah nilai sebuah perusahaan di mata investor. Jangan pernah sekali-kali menyamakan nilai perusahaan dengan harga saham. Nilai perusahaan adalah kapitalisasi pasar, yang merupakan harga saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar. Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang diperdagangkan pada Rp. 20.000,00 per saham dan memiliki 1 juta saham yang beredar memiliki nilai lebih rendah daripada perusahaan yang diperdagangkan pada Rp. 10.000,00 yang memiliki 5 juta saham yang beredar (Rp. 20.000 x 1 juta = 20.000.000.000,00 sedangkan Rp. 10.000,00 x 5 juta = 50.000.000.000,00 ).

Untuk penjelasan lebih rumit, harga saham tidak hanya mencerminkan nilai perusahaan saat ini, namun juga mencerminkan pertumbuhan yang investor harapkan di masa depan. Faktor paling penting yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah pendapatannya. Laba adalah keuntungan yang dibuat perusahaan, dan dalam jangka panjang tidak ada perusahaan yang dapat bertahan tanpa laba. Masuk akal jika Anda berpikir tentang hal ini. Apabila sebuah perusahaan tidak pernah menghasilkan uang, perusahaan tersebut tak akan bertahan dalam bisnis. Perusahaan publik wajib melaporkan pendapatan mereka empat kali dalam setahun (setiap kuartal sekali). Di bursa efek, orang-orang memperhatikan memendeknya waktu akan masa menuai hasil yang disebut sebagai musim laba. Alasan di balik ini adalah bahwa analis mendasarkan nilai masa depan mereka dari proyeksi pendapatan perusahaan mereka. Jika hasil perusahaan mengejutkan (lebih baik dari yang diharapkan), harga melonjak. Dan jika hasil perusahaan mengecewakan (lebih buruk dari yang diharapkan), maka harga akan jatuh.

Tentu saja, bukan hanya laba yang mampu mengubah sentimen terhadap saham (yang, pada gilirannya menimbulkan perubahan harga). Ini akan menjadi dunia yang agak sederhana jika hal itu terjadi! Namun, terdapat fakta tentang harga tidak bergerak yang banyak menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain selain penghasilan saat ini yang mempengaruhi saham. Investor telah mengembangkan ratusan indikator variabel-variabel dan rasio. Sebagian dari Anda mungkin sudah mendengar, seperti rasio harga / laba, sementara yang lain sangat rumit dan tidak jelas dengan nama-nama seperti Chaikin osilator atau Moving Average. Jadi, mengapa harga saham berubah? Jawaban terbaik adalah bahwa tidak ada yang benar-benar tahu pasti. Sebagian orang  percaya bahwa tidak mungkin untuk memprediksi bagaimana harga saham akan berubah, sementara yang lain berpikir bahwa dengan menggambar grafik dan melihat pergerakan harga masa lalu, Anda dapat menentukan kapan untuk membeli dan menjual. Satu-satunya hal yang kita tahu adalah bahwa saham yang tidak stabil dan dapat membuat harga dengan sangat cepat. Hal-hal penting untuk memahami tentang subjek ini adalah sebagai berikut:

1. Di tingkat yang paling mendasar, penawaran dan permintaan di pasar menentukan harga saham.

2. Secara teoritis, laba adalah apa yang mempengaruhi penilaian investor atas perusahaan, namun  terdapat indikator lain yang digunakan investor untuk memprediksi harga saham. Ingat, itu adalah sentimen, sikap dan harapan investor yang pada akhirnya mempengaruhi harga saham.

3. Harga kali jumlah saham yang beredar (kapitalisasi pasar) adalah nilai sesungguhnya sebuah perusahaan. Membandingkan hanya harga saham dua perusahaan tidaklah ada artinya.

3. Secara teoritis, laba adalah apa yang mempengaruhi penilaian investor atas perusahaan, namun  terdapat indikator lain yang digunakan investor untuk memprediksi harga saham. Ingat, itu adalah sentimen, sikap dan harapan investor yang pada akhirnya mempengaruhi harga saham.

4. Ada banyak teori yang mencoba menjelaskan cara harga saham bergerak dengan cara yang mereka lakukan. Sayangnya, tidak ada satu teoripun yang sanggup menjelaskan semuanya.