Exchange Traded Funds, Model Baru Reksa Dana

By on 26 Mei 2014 | Artikel ini Sudah di baca 3.367 kali
Reksadana

Exchange Traded Funds ( ETF ) adalah jenis yang relatif baru dari perusahaan investasi. Akan halnya reksa dana lainnya, ETF memegang portofolio aset dan hanya mengeluarkan saham ekuitas. ETF mempunyai beberapa karakteristik dana closed end dan beberapa karakteristik dana open end. Pada dasarnya, ETF adalah dana closed end untuk investor kecil namun dapat menjadi dana open end bagi para investor besar. Hal ini disebabkan karena, seperti dana closed end, saham perdagangan ETF berada di pasar sekunder. Pasar sekunder tidak meredeem atau mengeluarkan sejumlah kecil saham berdasarkan permintaan. Namun, ETF akan meredeem atau mengeluarkan sejumlah besar saham berdasarkan adanya permintaan. Fitur ini membedakan ETF dari dana tertutup.

Insentif untuk para investor besar dalam melakukan perdagangan arbitrase   yang membuat harga saham pasar sekunder sebuah ETF tetap dekat Nilai Aktiva Bersihnya. Serupa dengan reksa dana indeks, saham ETF merepresentasikan kepemilikan di trust yang memegang portofolio tertentu sebuah sekuritas.  Sebagai contoh, ETF tertua, dimulai pada tahun 1993 dan berinvestasi dalam portofolio saham 500 standar dan lemah. Namun, bila ada investor kecil yang berniat membeli atau menjual saham ETF, hal tersebut harus dilakukan melalui perantara broker yang menempatkan setiap urutan pada bursa ( sebagai contoh, AMEX atau NYSE).

Salah satu keuntungan dari ETF adalah bahwa jenis saham ini dapat diperdagangkan di sepanjang  hari sedangkan saham dalam reksa dana terbuka hanya bisa dibeli atau diredeem pada Nilai Aktiva Bersih (NAB) akhir hari. Sementara harga saham ETF mungkin tidak persis sama dengan NAB yang dimaksud, ETF dirancang untuk memfasilitasi arbitrase yang akan mengurangi adanya penyimpangan dari NAB. 1 Unit penciptaan nilai saham ETF dapat ditebus dengan imbalan menerima efek dalam trust. Arbitrase ini akan meningkatkan pasokan saham standard dan lemah, dengan demikian mengurangi deviasi harga saham dari NABnya. Demikian pula, lembaga-lembaga besar akan mendapatkan keuntungan dengan membeli saham standar dan lemah dan meredeemnya untuk 1 unit penciptaan dari saham 500 Standar Dan Lemah manakala harga saham telah cukup di bawah NAB trust. Karena ETF harus menentukan aset tertentu dalam menyusun unit penciptaan, aset ETF tak jauh berbeda dengan indeks saham atau obligasi.

Jenis ETF

  • Indeks Ekuitas domestik
  • Indeks Ekuitas International
  • Indeks Obligasi

Sebagaiman reksa dana lain, ETF membayar dividen sama dengan dividen yang dibayarkan oleh saham yang mendasarinya. ETF telah membawa kembali karakteristik yang serupa dengan reksa dana indeks. Contohnya, Jumlah Dana Market Index Vanguard, dana open end yang diindeks ke Wilshire 5000 memiliki tingkat pengembalian sebesar 31,35 % dan rasio biaya 0,20 % untuk tahun 2013. ETF Vanguard VIPER yang terkait dengan Wilshire 5000 memiliki tingkat pengembalian untuk tahun 2013 sebesar 31,17 % berdasarkan harga pasar dan 31,43 % berdasarkan Surat NAB. Rasio biayanya adalah sekitar 0,15 %.

 

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Pakar Investasi Apps di Android Anda.